Modus Baru Pendanaan Kegiatan Terorisme

"Jangan semata-mata kasihan. Dan jangan mau disuruh buka rekening oleh pacar kek, suaminya, yang dipakai untuk tujuan seperti itu."

Rabu, 14 Sep 2016 18:22 WIB



KBR, Jakarta- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan ada modus memaanfaatkan situs-situs jual beli untuk mendanai kegiatan terorisme. Wakil Kepala PPATK, Agus Susanto, mengatakan organisasi terorime ini menyamar sebagai agen travel. Mereka menjual tiket ke tempat-tempat latihan terorisme.

"Gini loh, kan orang sekarang bisa jadi agen travel sendiri kan? Kan bisa ngikut di suatu market place lalu jadi agen. Kita sudah lihat itu," ujar Agus di DPR, Rabu (14/9).

Pola kegiatan yang terjadi menurut Agus, simpatisan bisa mengirimkan dana dengan dalih membayar biaya pembelian tiket. Dana itu nantinya digunakan di antaranya untuk memberangkatkan para kader salah satunya ke Suriah. Selain itu, uang itu juga digunakan untuk membiayai keluarga para teroris, dan membiayai kegiatan di dalam negeri.

Saat ini, PPATK sedang fokus mendalami jalur teknologi ini. Temuan PPATK, ujar Agus, kebanyakan pembuat akunnya adalah perempuan. Agus mengatakan dalam kasus terorisme dan narkoba, perempuan rentan dimanfaatkan oleh para teroris.

Banyak teroris dari dalam maupun luar negeri menikahi perempuan Indonesia, kemudian membuka rekening atas nama perempuan tersebut.

"Dalam kasus teroris maupun narkoba, perempuan Indonesia dijadikan kurir. Baik teroris Australia, teroris Malaysia kayak Nurdin M. Top, Azhari, punya istri-istri orang Indonesia. Jadi perempuan di Indonesia rawan. Narkoba juga begitu."

Para perempuan ini diiming-imingi bahwa hidupnya akan dijamin jika nantinya suami mereka pergi ke Suriah. Biaya hidup itu berasal dari uang dalam rekening yang mereka buat. Agus melihat perlu adanya pendidikan khusus bagi perempuan soal terorisme.

"Perlu ada pendidikan kepada kaum wanita di Indonesia bahwa jangan meminjamkan rekeningnya. Kalau mau nyumbang lihat-lihat jangan hanya emosi. Tujuannya untuk apa? Jangan semata-mata kasihan. Dan jangan mau disuruh buka rekening oleh pacar kek, suaminya, yang dipakai untuk tujuan seperti itu."


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.