Popup klarifikasi PT Sriboga Marugame Indonesia atas pemberitaan dugaan penggunaan bahan pangan kedaluwarsa pada laman Marugame Udon.



KBR, Jakarta - Bareskrim Kepolisian Indonesia masih meneliti sejumlah bahan pangan yang disita dari Marugame Udon, Mall Gandaria City, Jakarta Selatan. Sebanyak 14 jenis bahan pangan ini diduga sengaja diperpanjang masa kedaluwarsanya hingga 6 bulan dari yang telah ditetapkan produsen. Menurut Direktur Tindak Pidana Tertentu, Purwadi Arianto, barang sitaan tersebut diteliti tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

"Barang ini berbahaya atau tidak kita sedang bawa ke Labfor. Kemudian kita koordinasi dengan SGS badan pangan yang independen untuk memeriksa dampak negatif atau kami akan periksakan lagi ke Badan POM yang di IPB apakah barang kedaluwarsa tersebut berbahaya," kata Purwadi di Mabes Polri, Selasa (06/09/16).

Purwadi menjelaskan, penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undang Pangan ini dimulai pada April 2016 atas laporan masyarakat. Hingga kini, penyidik Bareskrim telah memeriksa 15 orang saksi, namun belum ada tersangka. "Sampai saat ini kita terapkan asas praduga tak bersalah," ujarnya.

Sedangkan dugaan praktik serupa yang dilakukan Pizza Hut tidak ditelusuri Bareskrim Polri. Menurut Purwadi, Bareskrim hanya menangani dugaan penggunaan bahan baku kedaluwarsa oleh Marugame Udon. "Kita tangani MU (Marugame Udon-red), yang Pizza tidak kita tangani," tegasnya.

Dugaan penggunaan bahan pangan kedaluwarsa ini sebelumnya diungkap BBC dan TEMPO. Dua media ini berkolaborasi menginvestigasi dugaan pelanggaran terhadap Undang-Undangan Pangan yang dilakukan waralaba Pizza Hut dan Marugame Udon yang dijajakan jaringan restoran Sriboga Food Group. Berdasarkan dokumen "Sumary Extension Shelflife 2015-2016" terdapat sejumlah bahan makanan yang semestinya telah kedaluwarsa pada paruh kedua 2015 hingga Januari 2016, tetapi diperpanjang selama 1-6 bulan.

PT Marugame Udon Indonesia telah membantah dugaan penggunaan bahan tak layak ini. Dalam laman marugameudon.co.id, pengelola merek rumah makan asal Jepang ini menyangkal dan hanya menyatakan pemberitaan tersebut tidak akurat. "Kami juga menegaskan bahwa seluruh restoran kami hanya menggunakan bahan makanan yang berkualitas tinggi dan layak untuk dikonsumsi," demikian tertulis.  (dmr) 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!