Satpol PP menyegel masjid Ahmadiyah Pparakan Salak Sukabumi, Jawa Barat. (Sumber: JAI)


KBR, Jakarta- Pemimpin jamaah Ahmadiyah Parakansalak Sukabumi, Hanif menyebut akan melakukan ibadah salat Idul Adha bersama di halaman masjid Al Furqon milik mereka yang masih tersegel selama beberapa bulan terakhir. Ia mengatakan, para jemaah akan menggunakan bangunan madrasah samping masjid jika cuaca tidak memungkinkan untuk dilakukan ibadah di luar besok pagi (12/9/2016). 


Meski demikian, dalam menyambut Hari Raya Idul Adha ini, Hanif berharap agar masjid Al-Furqon segera dibuka agar dapat kembali mereka gunakan untuk beribadah.

"Sebetulnya kami sangat mengharapkan bisa dibuka segera segel masjid itu, karena itu adalah harta kami, hak kami dimana di situ sebagai institusi negara ya mustinya bisa menjamin. Namun demikian ya kami berupaya menggunakan ada bangunan satu lagi di samping masjid itu jadi selama ini kita masih bisa sholat di tempat itu," ungkap Hanif kepada KBR (11/9/2016)  

Juli lalu masjid Al-Furqon di Parakansalak Sukabumi Jawa Barat disegel Satpol PP. Penyegelan dilakukan ratusan Satpol PP didampingi Polisi dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan Muspika. Namun, tidak ada penjelasan apapun mengenai alasan atau sebab masjid Al-furqon disegel. Adapun penyegelan dilakukan karena dianggap melanggar perda kabupaten Sukabumi Nomor 10 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Padahal, Masjid Al-Furqon berdiri sejak 1975. Masjid mengalami pemugaran pada 2008 setelah sempat dibakar massa.

Hanif pun menambahkan, pihaknya sedang berupaya membuka kembali Masjid dengan melakukan pendekatan dengan tokoh setempat maupun pemerintah pusat namun belum membuahkan hasil. Meski begitu ia tetap optimistis dalam berjuang menuntut hak ibadahnya.

"Seperti kemarin kami berhasil bisa donor darah di sini 30 labu terambil walaupun kami tidak menyangkutkan dengan penyegelan, kami istilahnya berjuang atas dasar kemanusiaan. Tetap kami berjuang seperti itu di sisi lain juga kami tetap menuntut hak-hak kita sebagai warga negara untuk mendapat tempat beribadah itu," pungkasnya.

Baca juga: Masjid Ahmadiyah Parakan Disegel, Kemenag: Tidak Boleh


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!