Ilustrasi. Aparat kepolisian terlibat bentrok dengan massa pendukung calon yang kecewa hasil penghitungan suara pada pilkada serentak 2015 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Foto: humas.polri.go.id)



KBR, Jakarta- Markas Besar Kepolisian mulai menggelar operasi Mantap Praja dalam rangka pengamanan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 15 Februari 2017.

Juru bicara Mabes Polri Boy Rafli Amar mengatakan tiga provinsi jadi prioritas pengamanan yakni Aceh, DKI Jakarta, dan Papua Barat.

"Kapolda sudah diinstruksikan untuk mengatur segala sesuatunya. Termasuk persiapan, termasuk koordinasi, termasuk latihan simulasi pengamanan. Jadi ini sudah berjalan," kata Boy, Rabu (21/09/16).

Boy Rafli mengatakan, tiga daerah menjadi perhatian khusus Mabes Polri berdasarkan laporan dan masukan intelijen. Pengamanan di Aceh, Jakarta dan Papua Barat perlu ditingkatkan karena rawan konflik sosial.

"Frekuensi (pengamanan) makin padat terutama pada saat setelah ditetapkannya pasangan calon oleh KPU, karena akan segera memasuki masa kampanye," kata Boy.

Juru bicara Polri lainnya, Rikwanto menambahkan, secara nasional Polri menyiapkan 100 ribu personil gabungan dalam pengamanan pilkada serentak 2017.

Pemetaan titik kerawanan masih terus dilakukan oleh intelejen, dan masih memungkinkan ada penambahan personel.

"Nanti akan ada laporan berupa penyampaian dari Kepala Satuan Kerja (Kasatker), perlu bantuan berapa personel," ujarnya.

Khusus untuk Papua Barat, Rikwanto menjelaskan, wilayah ini dianggap masih banyak orang yang belum paham tentang demokrasi dan memiliki banyak suku.

Sedangkan Aceh menjadi perhatian karena merupakan bekas daerah operasi militer dan ada unsur masyarakat yang diduga akan mengacaukan demokrasi.

"Sedangkan, Jakarta sudah panas di awal, mudah-mudahan nggak berlanjut terus," jelas Rikwanto.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!