Intelijen Polri Sebut 3 Provinsi Rawan Konflik Pilkada

Tiga daerah menjadi perhatian khusus Mabes Polri berdasarkan laporan dan masukan intelijen. Pengamanan di Aceh, Jakarta dan Papua Barat perlu ditingkatkan karena rawan konflik.

Rabu, 21 Sep 2016 14:52 WIB

Ilustrasi. Aparat kepolisian terlibat bentrok dengan massa pendukung calon yang kecewa hasil penghitungan suara pada pilkada serentak 2015 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Foto: humas.polri.go.id)



KBR, Jakarta- Markas Besar Kepolisian mulai menggelar operasi Mantap Praja dalam rangka pengamanan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 15 Februari 2017.

Juru bicara Mabes Polri Boy Rafli Amar mengatakan tiga provinsi jadi prioritas pengamanan yakni Aceh, DKI Jakarta, dan Papua Barat.

"Kapolda sudah diinstruksikan untuk mengatur segala sesuatunya. Termasuk persiapan, termasuk koordinasi, termasuk latihan simulasi pengamanan. Jadi ini sudah berjalan," kata Boy, Rabu (21/09/16).

Boy Rafli mengatakan, tiga daerah menjadi perhatian khusus Mabes Polri berdasarkan laporan dan masukan intelijen. Pengamanan di Aceh, Jakarta dan Papua Barat perlu ditingkatkan karena rawan konflik sosial.

"Frekuensi (pengamanan) makin padat terutama pada saat setelah ditetapkannya pasangan calon oleh KPU, karena akan segera memasuki masa kampanye," kata Boy.

Juru bicara Polri lainnya, Rikwanto menambahkan, secara nasional Polri menyiapkan 100 ribu personil gabungan dalam pengamanan pilkada serentak 2017.

Pemetaan titik kerawanan masih terus dilakukan oleh intelejen, dan masih memungkinkan ada penambahan personel.

"Nanti akan ada laporan berupa penyampaian dari Kepala Satuan Kerja (Kasatker), perlu bantuan berapa personel," ujarnya.

Khusus untuk Papua Barat, Rikwanto menjelaskan, wilayah ini dianggap masih banyak orang yang belum paham tentang demokrasi dan memiliki banyak suku.

Sedangkan Aceh menjadi perhatian karena merupakan bekas daerah operasi militer dan ada unsur masyarakat yang diduga akan mengacaukan demokrasi.

"Sedangkan, Jakarta sudah panas di awal, mudah-mudahan nggak berlanjut terus," jelas Rikwanto.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?