Tersangka suap Bupati Banyuasin Sumatera Selatan Yan Anton Ferdian. (Foto: Antara)


KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita kendaraan bermotor berupa Harley Davidson dan Ducati dari rumah Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian. Selain itu, penyidik juga menyita sebuah mobil dari keluarga Kasubag Rumah Tangga Pemkab Banyuasin, Rustami.


Juru Bicara KPK Yuyuk Andriati mengatakan, penyitaan itu hasil dari penggeledahan selama dua hari.

"Dari penggeledahan selama dua hari ini penyidik menyita sejumlah dokumen. Kemudian barang bukti elektronik dan kendaraan, yang terdiri dari satu unit motor Harley Davidson dan satu unit motor Ducati ini disita dari istri YAF di rumah dinasnya. Kemudian satu unit mobil Mitsubishi Mirage, ini disita dari tersangka RUS," kata Yuyuk Andriati di Gedung KPK Jakarta, Kamis (08/09/2016).

Selain itu, kata dia, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi di Polda Sumatera Selatan. Mereka adalah Sekretaris Daerah, Firmansyah, Kabid Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan, Fahril Huda, Kabid Pendidikan Nonformal, Baharudin dan Kabid Pendidikan Dasar, Sadiman.

"Semuanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka YAF," ujar Yuyuk.

Kasus ini mencuat saat KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (04/09). OTT tersebut terkait suap ijon proyek pendidikan di Banyuasin. KPK menyita barang bukti dugaan suap sebesar hampir Rp 1 miliar dari hasil OTT tersebut.

KPK telah menetapkan enam tersangka dalam kasus ini. Di antaranya tersangka pemberi suap, Direktur CV Putra Pratama, Zulfikar Muharrami. Sedangkan penerima suap antara lain, Bupati Banyuasin Periode 2013 - 2018 Yan Anton Ferdian, Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah, Rustami, Kepala Dinas Pendidikan, Umar Usman, Kasie Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan, Dinas Pendidikan, Sutaryo serta Kirman dari kalangan swasta yang bertugas sebagai pengepul dana dari perusahaan.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!