Ini Alasan Kapolda Riau Tak Dalami Penyanderaan Petugas KLHK di Rohul

"Justru kan perusahaan itu punya masyarakat. Pola inti. Memang punya masyarakat, kelompok tani. Kelompok tani menggerakkan kelompok tani. Tanpa digerakkan itu memang sudah punya masyarakat,"

Senin, 05 Sep 2016 20:25 WIB

Lokasi penyanderaan petugas KLHK dan Polisi Hutan di Rohul. (Sumber: KLHK)



KBR, Jakarta- Kapolda Riau, Supriyanto, bersikeras tidak ada kepentingan pemilik modal yang menggerakkan massa menyandera petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta polisi hutan di Kabupaten Rohul,  Jumat(2/9) lalu. Supriyanto mengklaim penahanan itu  inisiatif masyarakat yang merasa dirugikan.

"Masyarakat yang dari pekerja sawit itu sendiri. (Indikasi keterlibatan perusahaan?) Loh justru kan perusahaan itu punya masyarakat. Pola inti. Memang punya masyarakat, kelompok tani. Kelompok tani menggerakkan kelompok tani. Tanpa digerakkan itu memang sudah punya masyarakat," sergah Supriyanto usai rapat dengan DPR, Senin (5/9).

Polda Riau  mengatakan tidak akan lagi mendalami kejadian penyanderaan kemarin.

Sementara itu berbeda sikap dengan Supriyanto, Kapolri Tito Karnavian mengatakan Polri justru akan mendalami peristiwa ini.

Tito bilang ada dua informasi yang masuk ke Polri. Versi pertama mengatakan bahwa masyarakat di kawasan tersebut digerakkan perusahaan. Informasi lain sama dengan yang diungkapkan Supriyanto.

Menanggapi sikap kepolisian ini, Menteri KLHK, Siti Nurbaya meminta agar kasus ini tetap diteliti.

"Dari mereka kerja, itu diikutin, diamat-amatin, lalu minta dihapus. Itu ngapain?"

Dia melanjutkan, "Mereka (perusahaan) bilang punya data, kami juga punya data. Kalian lihat sendiri di foto. Jelas-jelas seperti itu. Ya diadu aja."


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

OTT di PN Jaksel, KPK Tetapkan Dua Orang Tersangka

  • DPR Akan Panggil Panglima TNI Terkait Pembelian Helikopter AW 101
  • Polres Jombang Temukan Modus Penjualan Narkoba Secara Kredit
  • Presiden AS Pilih Pertahankan Pasukan dari Afghanistan

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta