Halangi Daging Kerbau Masuk, Ahok Diminta Atasi Preman Pasar

"Sebetulnya pasar, terutama di Jakarta, itu Pasar Jaya, kami bilang ke Ahok, apa masalahnya? Coba dibereskan itu preman-preman di Pasar Jaya. Adanya di sana, yang menghalang-halangi."

Rabu, 14 Sep 2016 21:12 WIB



KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution membenarkan ada banyak preman yang menghalang-halangi daging kerbau impor masuk ke pasar tradisional di Jakarta. Darmin mengatakan, dia juga menerima laporan dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman tentang surat yang memprotes peredaran daging kerbau impor di pasar.

Darmin pun sudah meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Poernama atau Ahok untuk mengatasi premanisme di pasar itu.

"Itu memang ada, itu bukan bercanda, memang ada gaya-gaya itu. (Cara mengatasinya?) Sebetulnya pasar, terutama di Jakarta, itu Pasar Jaya, kami bilang ke Ahok, apa masalahnya? Coba dibereskan itu preman-preman di Pasar Jaya. Adanya di sana, yang menghalang-halangi. Menurut Mentan, bahkan ada yang berani mengirim surat, bahwa ini tidak boleh, daging kerbau tidak boleh masuk, begitu-begitu," kata Darmin di Gedung DPR, Rabu (14/09/16).

Darmin mengatakan, preman di pasar itu bukanlah hal baru. Meski tak menyebutkan pasar yang dimaksud, kata Darmin, praktik itu sudah menjadi hal lumrah di beberapa lokasi. Darmin juga menyebut,  yang menolak daging kerbau impor ingin menghalangi pemerintah mengendalikan harga daging.

Darmin berujar, saat ini pemerintah sudah meminta Ahok untuk menyelesaikan masalah premanisme di pasar. Dia juga optimistis Ahok mampu mengatasi masalah preman pasar di Jakarta.

Sebelumnya, Perum Bulog telah mendapat izin impor daging kerbau dari India sebanyak 10 ribu ton. Tetapi, realisasi impor daging kerbau itu baru 5,3 ribu ton. Kini, sebagai antisipasi kebutuhan daging hingga akhir tahun dan perayaan Lebaran 2017, pemerintah juga bersiap impor lagi sebanyak 100 ribu ton. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?