Didukung di Pilkada, Alasan Ahok Ogah Jadi Kader PDI Perjuangan

"Tapi yang saya perjuangkan dari dulu dengan pak Taufik Kiemas dan bu Mega, sejalan dengan yang dicita-citakan PDI Perjuangan,"

Selasa, 20 Sep 2016 22:34 WIB

Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusung PDI Perjuangan, Basuki Tjahaja Purnama (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat (kanan) berfoto bersama usai diumumkan di Kantor DPP P

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan tidak akan jadi kader PDIP meski telah diusung partai itu di Pilkada DKI. Ahok menyatakan dirinya tetap bersikap profesional.

Meski tidak sebagai kader, Ahok mengklaim memiliki visi dan cita-cita yang sama dengan partai berlambang banteng tersebut.

"Saya dari dulu tidak pernah masuk PDI Perjuangan," ujarnya kepada wartawan usai pengumuman pasangan Cagub-Cawagub di DPP PDIP, Selasa (20/9/2016)

"Tapi yang saya perjuangkan dari dulu dengan pak Taufik Kiemas dan bu Mega, sejalan dengan yang dicita-citakan PDI Perjuangan," katanya lagi.

Ahok telah resmi diusung PDI Perjuangan untuk bertanding dalam Pilkada DKI bersama pasangan Cawagub Djarot Saiful Hidayat.

Berbeda dengan Ahok, Djarot merupakan kader PDI Perjuangan dan menjabat Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPP.

DPP PDI Perjuangan memilih pasangan Ahok-Djarot karena dianggap berhasil menjalankan program. Menurut DPP, hal itu terlihat dalam sejumlah survei kepuasan kinerja. Pasangan ini juga dianggap bisa memenuhi komitmen Jakarta Baru yang dicanangkan Jokowi-Ahok saat Jokowi jadi gubernur.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

KPK Tolak Permohonan Justice Collaborator Bekas Pejabat Bakamla Nofel Hasan

  • MUI Temui Kabareskrim Terkait Penyerangan Pemuka Agama
  • Proyek Rusun DP Nol Rupiah Diadukan ke KPPU
  • Pemkab Karo Cari Upaya Potensi Gagal Panen Akibat Erupsi Gunung Sinabung

Dalam beberapa pekan ini Rancangan KUHP (RKUHP) ramai dibicarakan karena dianggap memuat poin-poin atau pasal-pasal yang bermasalah.