Ilustrasi (sumber: BNPB)



KBR, Banjarnegara– Ratusan warga Dusun Kaliwadas Desa Mlaya Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah diungsikan menyusul munculnya retakan sepanjang 50 meter di bukit sebelah atas permukiman. Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Andri Sulistyo mengatakan sebanyak 77 keluarga yang terdiri dari 306 orang diungsikan ke masjid, gedung sekolah dan rumah warga yang berada di radius aman, mulai Rabu sore kemarin.

Dikhawatirkan, retakan yang sudah membentuk tapal kuda tersebut longsor sewaktu-waktu dan menimpa rumah penduduk. Sebab, hujan deras masih terjadi hampir tiap hari di kawasan ini.

 Selain terancam longsor besar, dusun tersebut hingga hari ini juga masih terisolir lantaran longsor yang menimpa jalan menuju kampung tersebut.
 

Andri menjelaskan, saat ini pihaknya juga tengah fokus membuka akses jalan ke dusun tersebut. Tetapi, kata dia, sementara ini upaya pembukaan akses jalan masih dilakukan secara manual. Sebab, alat berat belum bisa masuk ke dusun tersebut.

 
"Pengungsi berjumlah 77 KK yang terdiri dari 306 jiwa, sejak tadi malam ya. Ini sedang di cek, didata lagi jumlah dan mengklasifikasi anak-anak berapa, lansia berapa. Kita sudah mulai menata longsoran, sementara ini alat berat belum bisa masuk. Kita mengerahkan relawan banyak sekali itu. Karena, tujuan kita supaya jalan itu bisa tembus dan dilewati kendaraan bermotor sehingga distribusi logistik bisa masuk." Ujar Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Andri Sulistyo, Kamis (29/09).
 

Lebih lanjut Andri Sulistyo menjelaskan, juga tengah mengupayakan alat berat untuk membersihkan material longsoran. Sebab, jika hanya menggunakan tenaga manual, pembersihan material longsoran akan memerlukan waktu setidaknya dua pekan. Ini dilakukan untuk mempercepat pengiriman logistik dan perlengkapan pengungsian.
 

Hari ini, kata Andri, BPBD Banjarnegara juga mendirikan dapur umum dan Posko kesehatan untuk para pengungsi.


Andri menambahkan, kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak, orang lanjut usia, kaum disabel dan perempuan menjadi prioritas penanganan darurat kebencanaan.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!