Kapolri Tito Karnavian (tengah), Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan (kanan) dan Wakapolri Budi Gunawan (kiri) menghadiri HUT Polwan ke-68 di Mabes Polri. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta -  Calon Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Budi Gunawan menyatakan siap menjadikan BIN sebagai pusat intelejen negara. Ia mengatakan, apabila nanti menjadi Kepala BIN, dirinya akan fokus memperkuat koordinasi di internal BIN maupun dengan badan intelejen lainnya.

"Instrumen di BIN dari dulu ada unsur TNI Polri dan PNS. Semua sumber daya harus dioptimalkan dan disinergikan agar solid menjalankan tugas," ujar Budi Gunawan sebelum menjalani uji kepatutan dan kelayakan di DPR, Rabu (7/9/2016).

Budi Gunawan hari ini menjalani uji kepatutan dan kelayakan sebagai calon Kepala BIN. Proses pengujian berlangsung tertutup oleh anggota Komisi I DPR. Alasannya, menurut Wakil Ketua Komisi I DPR, Tubagus Hasanuddin, beberapa pertanyaan berkaitan dengan rahasia negara.

Kendati demikian, ia sedikit memberi gambaran, Komisi Pertahanan DPR akan mendalami rencana Budi Gunawan menangani kasus terkini dari segi intelejen. Salah satunya, terorisme.

"Mungkin tak lepas juga dari misalnya bagaimana masalah-masalah pemberantasan teroris. Kemudian juga masalah-masalah keamanan perbatasan, proteksi terhadap WNI, baik di luar maupun kasus seperti penyanderaan," ujar Wakil Ketua Komisi Pertahanan, Hasanuddin di Gedung DPR, Rabu (7/9/2016).

Baca juga:

Selain itu, menurut Hasanuddin, pihaknya juga akan menggali gagasan-gagasan Budi Gunawan untuk menjadikan BIN sebagai pusat utama seluruh lembaga intelijen negara. Sebab, berdasarkan Undang-Undang Intelijen, seluruh lembaga intelijen negara harus tunduk di bawah koordinasi BIN. DPR menilai, hal ini belum terjadi.

Budi Gunawan tiba di DPR pukul 09.06 WIB. Wakil Kepala Kepolisian Indonesia itu datang dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.

Sejak pukul 08.30 WIB, dua pintu masuk menuju ruang uji kepatutan sudah dijaga. Begitupun pintu menuju balkon atas. Setelah sempat menemui wartawan, bekas ajudan Megawati itu langsung melenggang masuk ke ruang tunggu VIP Komisi Pertahanan.

Dia mengaku sudah siap menjalani uji kepatutan dan kelayakan oleh DPR. Kata dia, apabila nanti menjadi Kepala BIN, dirinya akan fokus pada penguatan kordinasi di internal BIN dan dengan badan intelijen lainnya.

Uji kepatutan dan kelayakan akan berlangsung tertutup selama sekitar dua jam. Selanjutnya, Komisi Pertahanan akan langsung mengadakan rapat pleno untuk memutuskan hasil uji kepatutan dan kelayakan.

Besok (Kamis, 8/9/2016), hasil tersebut akan dibawa ke rapat paripurna untuk disetujui oleh seluruh anggota dewan.





Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!