Bencana banjir di Garut Jawa Barat. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Pemerintah bakal memberikan langsung dana sosial kepada keluarga yang anggota keluarganya menjadi korban jiwa pada peristiwa bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kata Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, besaran dana untuk korban jiwa dari kedua bencana tersebut adalah 15 juta rupiah.

Selain itu Khofifah juga bakal meninjau langsung ketersediaan logistik di tempat-tempat penampungan dan dapur umum di wilayah yang terdampak bencana tersebut.

"Besok pertama saya akan menyampaikan bantuan sosial kematian dari pemerintah. Untuk mereka yang sudah teridentifikasi baik yang di Garut maupun Sumedang. Kemudian kedua saya akan bertemu dengan mereka yang ada di pengungsian. Saya akan cek tim dapur umum, logistiknya. Jangan ada yang tidak terpenuhi," ucapnya Khofifah kepada wartawan di Kantor Presiden, Istana Negara, Jakarta. 

Khofifah melanjutkan, "kemudian tim psycosocial terapinya, tim trauma healing dari pagi tadi saya sudah minta bergerak ke Garut dan Sumedang. BSK (bantuan sosial kematian) itu SOPnya 15 juta jadi kita mungkin bagian dari rasa duka cita yang kita sampaikan ke keluarga korban baik yang ada di Garut maupun Sumedang. Indeksnya 15 juta per jiwa."

Khoififah menyatakan juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait pendataan dan penggantian rumah warga yang rusak akibat bencana tersebut. Saat ini kata dia, kedua belah pihak masih melakukan pendataan soal berapa banyak rumah yang rusak.

"Saya sudah komunikasi dengan Menteri PUPR, untuk rumah mereka udah kirim tim. Dirjen PUPR sudah ke lapangan jadi pasti akan dilakukan identifikasi, kalau relokasi kecenderungan kalau longsor di berbagai daerah yang saya kunjungi mereka akan mencari tempat relokasi terdekat. Biasanya begitu, selebihnya saya akan komunikasi dulu dengan pemerintah kabupaten Garut dan Sumedang," ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga bakal memastikan langsung doal ketersediaan tempat khusus bagi anak-anak yang menjadi korban baik fisik maupun psykologis akibat bencana tersebut. Pasalnya menurut dia, ketersediaan tempat khusus tersebut sangat penting dan harus disiapkan.

"Pertama kalau kita pada proses tanggap darurat adalah fasilitas pengungsian. Biasanya ada masalah air bersih, family kids dan kidsware itu biasanya memang jadi kebutuhan mendesak. Saya akan cek lapangan. Meski dari Kemsos sudah meluncur ke kedua titik. Sudah kordinasi dengan PUPR dan Dirjennya ke sana," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa untuk meninjau langsung bencana tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Selain itu, menurut Juru Bicara Presiden, Johan Budi, Presiden Jokowi juga menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada seluruh korban akibat bencana tersebut.

Kata dia, Presiden Jokowi juga menginstruksikan Kementerian terkait untuk juga meninjau dampak lain dari peristiwa bencana di kedua Kabupaten di Jawa Barat tersebut. Presiden sudah mendapatkan laporan langsung soal kondisi terkini di kedua daerah tersebut. Misalnya soal kerusakan fasilitas umum dan kondisi kesehatan warga lain yang tempat tinggal rusak akibat bencana tersebut.

Presiden Jokowi juga menghimbau kepada kepala daerah yang wilayah merupakan kawasan rawan bencana untuk waspada mengingat intensitas hujan diperkirakan masih cukup tinggi. Dengan begitu kata dia, dampak dari bencana bisa diantisipasi sejak dini.


Bencana banjir dan longsor di Garut menyebabkan 10 orang tewas. Tim SAR masih mencari belasan lainnya.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!