Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara memeriksa suhu tubuh penumpang pesawat menggunakan thermo infrared sebagai antisipasi penyebaran virus zika. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Kementerian Kesehatan belum berencana mengeluarkan travel warning (larangan perjalanan) ke Singapura menyusul mewabahnya virus zika di negara tersebut. Kendati kasus zika di negeri singa itu terus meningkat. Menurut catatan, kini jumlahnya mencapai 200 kasus.

Namun Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes Muhammad Subuh beralasan, hingga kini belum ditemukan kasus kematian akibat virus zika. Sehingga kata dia, imbauan perjalanan (travel advisory) dinilai sudah cukup meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Terlebih, masyarakat Indonesia berpengalaman dalam menangani kasus demam berdarah yang juga disebabkan oleh nyamuk.

"Siapa yang bisa menjamin nyamuk Indonesia itu tidak mengandung zika gitu? yang belum kita temukan adalah zika pada manusia, itu hal yang berbeda, jadi artinya apa? dengan (travel) advisory saja, kita sudah cukup untuk menasihati masyarakat Indonesia terhadap kewaspadaan ini, minimal masyarakat Indonesia sudah berpengalaman menghadapi demam berdarah," kata M Subuh ketika dihubungi KBR, Sabtu (3/9/2016).

Baca juga:

Muhammad Subuh menambahkan, pencegahan masuknya virus zika diintensifkan di pintu-pintu masuk bandara, seperti Batam dan Jakarta. Kata dia, penumpang dari negara yang terjangkit zika, seperti Singapura, Brasil dan Venezuela, diharuskan mengisi kartu kewaspadaan (health alert card). Kartu ini untuk memantau kemungkinan orang yang bersangkutan terjangkit gejala-gejala zika ketika di Indonesia

"Mereka harus mengisi nama lengkap, alamat dll, kartu itu ada dua bagian, untuk petugas dan untuk penumpang. Mereka bisa segera melapor apabila berada di Indonesia dalam waktu 7-10 hari, ada gejala-gejala seperti zika," jelasnya.

Menurutnya, kartu kewaspadaan ini lebih efektif ketimbang pemasangan alat detektor.

"Alat bantu detektor itu pada saat dia dia belum ada gejala juga tidak memiliki efek apa-apa," tuturnya.

Baca juga: Nyamuk Penangkal Virus Zika





Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!