Relawan mengirimkan bantuan di Desa Haurpanggung Kecamatan Cimacan Kabupaten Garut Jawa Barat. (Foto: KBR/Frans M.)

KBR, Garut- Korban banjir bandang Garut Jawa Barat membutuhkan perlengkapan dapur. Korban selamat yang kini tinggal di tempat pengungsian kesulitan memasak makanan yang dikirimkan dari orang-orang yang memberikan bantuan.

Koordinator relawan korban bencana banjir di RW 10 desa Haurpanggung Kecamatan Cimacan Lili Sudarli mengatakan, bantuan makanan, pakaian layak pakai, mie instan, beras, cukup banyak, namun para pengungsi kesulitan saat hendak memasak makanan karena minim peralatan dapur.

"Di sini kita kekurangan alat masak seperti kompor, penggorengan, panci, piring, sendok dan lainnya," katanya, Selasa 27/09/2016.

Akibat kekurangan alat dapur proses mengolah makanan pun sedikit terkendala.

"Masaknya jadi lama karena sedikit-sedikit. Kasihan yang sudah lapar," imbuhnya.

Hal yang sama dialami di titik terdampak banjir lainnya yakni di Desa Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul.

"Di sini yang kurang alat buat masak," kata Serda Supriadi Babinsa Koramil Tarogong Kodim 0611/Garut.

Sementara ini, untuk keperluan memasak menggunakan peralatan dapur yang bisa diselamatkan dari sisa-sisa banjir dan pinjam dari tetangga yang rumahnya selamat dari banjir.

"Yang masih bisa dipakai kita bersihkan buat masak. Ada juga yang pinjam sama tetangga. Dan bantuan dari Pemda," katanya.

Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan, selain makanan ia menyarankan berupa peralatan dapur.

"Pakaian layak pakai di sini masih menumpuk, sembako menipis dan terutama ya itu tadi kompor, panci buat masak," ungkapnya.

Di desa yang terletak tepat di pinggir sungai Genteng ini sebanyak 340 rumah rusak berat, sedang dan ringan diterjang banjir.

Editor: Rony Sitanggang
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!