Banjir Garut, BPBD Cari Korban dengan Drone

"Kami coba pakai drone, karena kalau orang semua ke sana tidak begitu efektif,"

Senin, 26 Sep 2016 15:09 WIB

Foto udara banjir bandang Garut, Jawa Barat. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Garut- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut menurunkan dua drone (pesawat swakendali berkamera) untuk mencari korban banjir Garut di wilayah waduk Jatigede, Sumedang.

Kepala Bidang Pencegahan BPBD Garut Ade Rusiyana mengatakan wilayah Jatigede terlalu luas. Sehingga jika pencarian dilakukan secara manual tidak akan efektif.

"(Jatigede) itu luas sekali. Belum lagi banyaknya puing-puing yang dibawa aliran sungai. Jadi permukaan airnya penuh," ujarnya kepada KBR, Senin (26/9/2016) siang.

"Kami coba pakai drone, karena kalau orang semua ke sana tidak begitu efektif," tambahnya.

Ade menambahkan,   juga menurunkan alat berat untuk mengeruk tumpukan puing dan sampah. Pencarian di waduk Jatigede telah dimulai sejak Minggu, namun masih terganjal tumpukan puing-puing. Pencarian korban juga terkendala oleh cuaca dan luasnya wilayah pencarian.

"Panjangnya aliran sungai itu yang jadi kendala," imbuhnya.

Kata Ade, pencarian akan berakhir di Jatigede yang memiliki luas 5 ribu hektar itu. Sebab, Jatigede memiliki bendungan sehingga jenazah akan tertahan di lokasi tersebut.

Posko Satgas Penanggulangan banjir bandang Kabupaten Garut mencatat 20 orang masih dinyatakan hilang akibat bencana ini. Banjir juga melibas ratusan rumah warga dan puluhan lainnya hanyut.  Banjir mengakibatkan 34 warga tewas.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.