Ilustrasi: Gedung KPK.



KBR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu (17/9/2016) dini hari tadi. Salah satu yang terjaring diduga adalah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Hal tersebut dibenarkan Ketua KPK Agus Rahardjo. Meski begitu, dia belum mau membeberkan identitas siapa saja yang terjaring OTT.

"Tolong ditunggu konferensi pers, insyaAllah diadakan siang atau sore hari ini di Gedung KPK," kata Agus Rahardjo saat dikonfimasi melalui pesan singkat, Sabtu (17/9/2016).

Belum diketahui berapa orang yang terjaring dalam operasi tersebut.

Namun menurut Juru Bicara KPK, Yuyuk Andriati Iskak, hingga kini pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang ditangkap penyidik KPK itu masih dilakukan. "Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan 1x24 jam. Waktu konferensi pers akan dikabarkan lbh lanjut," kata Yuyuk.

Perluasan dan pengembangan operasi tangkap tangan menjadi salah satu fokus KPK periode 2015-2019. Saat pertama kali dilantik menjadi ketua KPK, Agus Rahardjo menyatakan dalam sambutannya akan memperkuat proses penindakan.

"OTT itu caranya gimana ya, tahu-tahu kok tangkap tangan. Saya ingin itu diperluas," kata Agus saat serah terima jabatan di Gedung KPK, Senin (21/12/2015).

"Kalau setelah ditangkap ternyata hasilnya kecil kasih ke "teman" aja. Kalau besar tangani sendiri. Sebaliknya kalau teman-teman lain kalau dampaknya nasional, kita ambil," imbuhnya.


Anggota DPD Gelar Rapat

Dikonfirmasi secara terpisah, Wakil Ketua DPD Farouk Muhammad mengaku belum dapat memastikan identitas anggota DPD yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK. Kendati demikian, dia mengaku sudah mengecek keberadaan seluruh anggota DPD.

"Sudah kami langsung absen, ada yang respon, ada yang tidak. (Siapa saja yang tidak merespon?) Banyak yang tidak merespon, ini kan hari libur semua," kata Farouk saat dihubungi KBR, Sabtu (17/9/2016). 

"Saya telepon beberapa tema-teman semua, saya masing-masing provinsi minta absen, ada beberapa provinsi sudah clear, ada yang masih belum bisa dihubungi," lanjutnya.

Untuk menyikapi penangkapan KPK tersebut, kata dia, Pimpinan DPD memutuskan untuk langsung menggelar rapat panitia musyawarah (Panmus). Rapat berlangsung di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (17/9/2016).

Beredar kabar bahwa anggota DPD yang terjaring tersebut berinisial IG, mengacu pada Irman Gusman, Ketua DPD RI. Namun saat ditanya mengenai kebenaran informasi tersebut, Farouk mengatakan masih menunggu keterangan resmi dari KPK.

"Saya konfirmasi pimpinan KPK, memang benar ada anggota DPD. Siapa namanya, belum dikasih. Kita masih menunggu rilis konperensi pers. Kita semua menunggu kabar tentang siapanya," jelasnya.

Ia pun mengaku sudah berusaha menghubungi Irman, namun tak berhasil. "Katanya beliau masih sakit belum bisa kita kontak".

Meski begitu ia berkelit, apabila betul dugaan korupsi tersebut melibatkan anggota DPD, maka hal tersebut bersifat personal dan tak berhubungan dengan kewenangan lembaganya.

"Saya bisa memastikan bersama staf dan sekretariat jenderal, saya pastikan tidak ada kaitannya dengan perbendaharaan dan keuangan lembaga. Jadi, tidak ada hubungannya dengan DPD, bahkan dengan kewenangan DPD tidak ada kaitannya. Jadi, kalau pun ada benar individual," jelasnya.




Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!