8 Jam Ditahan di Polres Yahukimo, Anggota KNPB Alami Kekerasan Fisik

Selama penahanan, polisi juga melarang jurnalis untuk meliput.

Sabtu, 17 Sep 2016 22:34 WIB

Ilustrasi: Aksi Demo Komite Nasional Papua Barat (KNPB). (Foto: lipi.go.id)



KBR, Jakarta - Sebanyak 31 anggota dan simpatisan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) telah dibebaskan setelah sekitar delapan jam ditahan oleh Kepolisian Resor Yahukimo.

Ketua Diplomasi KNPB Yahukimo Ruben Wakla mengatakan, anggotanya ditahan ketika membagikan selebaran berisi dukungan agar masalah Papua Barat dibicarakan pada sidang PBB 19-24 September mendatang. Kata dia, selama ditahan, mereka tidak diberi makan dan minum.

Selain itu, sebagian menerima kekerasan fisik sehingga menyebabkan empat orang luka ringan dan seorang lainnya luka berat.

"Selama ditahan, dari jam 8 sampai jam 4 sore, kami tidak makan tidak minum," kata Ruben ketika dihubungi KBR, Sabtu (17/9/2016).

"Kami sudah dibebaskan dengan syarat kami tanda tangan surat pernyataan tidak boleh melakukan aksi-aksi demo untuk menyampaikan pendapat di muka umum," imbuhnya.

Baca juga:

Meski begitu, Ruben Wakla mengungkapkan, penahanan tersebut takkan menyurutkan langkah KNPB untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat.

Selama penahanan, polisi juga melarang jurnalis untuk meliput. Kontributor Tabloid Jubi, Piter Lokon mengaku, aparat memaksanya menghapus foto-foto penangkapan.

"Ketika saya mau liput, kameranya diambil kemudian foto-foto itu sudah dihapus," tutur Piter.




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

OTT di PN Jaksel, KPK Tetapkan Dua Orang Tersangka

  • DPR Akan Panggil Panglima TNI Terkait Pembelian Helikopter AW 101
  • Polres Jombang Temukan Modus Penjualan Narkoba Secara Kredit
  • Presiden AS Pilih Pertahankan Pasukan dari Afghanistan

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta