Tiga Mantan Presiden Hadiri Upacara Kemerdekaan RI ke-72

Sejumlah tokoh hadir di antaranya tiga mantan Presiden yakni Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, dan B.J. Habibie. Mereka datang ke Istana dengan mengenakan baju adat.

Kamis, 17 Agus 2017 10:38 WIB

Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla berfoto pejabat DPR/DPD di Senayan. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta - Upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 digelar di Istana Merdeka, Jakarta. Sejumlah tokoh hadir di antaranya tiga mantan Presiden yakni Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, dan B.J. Habibie. Mereka datang ke Istana dengan mengenakan baju adat.

SBY tiba lebih dulu bersama Ibu Ani Yudhoyono mengenakan pakaian adat Palembang. Kepada awak media, SBY sempat menyampaikan selamat hari kemerdekaan. Begitu tiba SBY langsung disambut Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.

Kemudian disusul kedatangan Megawati Soekarnoputri yang memakai kebaya Jawa. Beberapa menit setelahnya B.J. Habibie tiba dengan mengenakan kostum adat bugis.

Turut hadir pula dalam acara ini, putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua DPR Setya Novanto.

Sementara, upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta saat ini sudah dimulai. Itu ditandai dengan tembakan meriam 17 kali. Teks proklamasi dibacakan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Upacara peringatan kemerdekaan kali ini sangat kental dengan nuansa adat. Presiden Joko Widodo memakai pakaian adat dari Kalimantan Selatan, sementara Ibu Negara Iriana mengenakan baju adat Minang. Hal yang sama diikuti oleh menteri dan kepala lembaga. Menurut Jokowi, konsep ini bertujuan untuk mengenalkan keberagaman Indonesia. Kata dia, tradisi seperti ini akan diteruskan. "Ini kan ratusan pakaian adat yang kita miliki," kata Jokowi di Istana, Kamis (17/8/2017).



Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Film G30S PKI Menuai Kritik, Wiranto: Tidak Mungkin Kita Mengubah Fakta Sejarah

  • Pemkab Karang Asem Bakal Minimalkan Lokasi Pengungsian
  • AS Larang Warganya ke Venezuela, Chad, dan Korea Utara
  • Australia Akan Punya Industri Antariksa