Survei BPS: Papua, Provinsi Paling Tidak Bahagia di Indonesia

Indeks kebahagiaan Papua tercatat jauh lebih rendah dibandingkan provinsi paling bahagia yakni Maluku Utara, begitu juga dengan provinsi tetangganya, Papua Barat.

Selasa, 15 Agus 2017 19:09 WIB

Ilustrasi. Warga di Kabupaten Paniai menerima bantuan ekonomi rakyat melalui Bank Papua. (Foto: humas.paniai.go.id/Publik Domain)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Survei Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan Papua sebagai provinsi paling tidak bahagia di Indonesia. Data terbaru BPS sampai April 2017 menyebutkan Indeks Kebahagiaan Penduduk Papua di bawah rata-rata kebahagiaan nasional yakni 67,52 persen.

Tahun ini, indeks kebahagiaan manusia Indonesia naik ke 70,69 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan ada banyak faktor kesejahteraan yang mempengaruhi ketidakbahagiaan masyarakat Papua.

"Disana yang paling rendah per subdimensinya adalah personal. Ini berkaitan pendidikan, pendapatan, kondisi rumah, dan lain sebagainya," ujar Suhariyanto, Selasa (15/8/2017).

Ketidakbahagiaan masyarakat Papua terutama tampak dari Indeks Kepuasan Hidup personalnya yang rendah. Kategori ini melingkupi tingkat pendidikan dan keterampilan personal, kualitas rumah, tingkat pendapatan, pekerjaan, serta kesehatan. Sementara secara hidup sosial, masyarakat Papua masih menunjukkan kepuasan yang cukup tinggi yakni 73,80 persen.

Namun, kepuasan sosial itu tidak tercermin dalam aspek perasaan yang meliputi rasa aman, perasaan senang, dan tidak tertekan.

Menurut Suhariyanto, di kategori itu, kepuasan masyarakat Papua hanya mencapai 63,82 persen.

Indeks kebahagiaan Papua tercatat jauh dibandingkan provinsi paling bahagia yakni Maluku Utara (75,68 persen). Sedangkan dibandingkan provinsi tetangganya, Papua Barat, indeks kebahagiaan Provinsi Papua juga masih terhitung rendah. Berdasarkan survei itu, Papua Barat tercatat memiliki indeks kebahagiaan sebesar 71,73 persen.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau