Pemerintah Kaji Asuransi bagi Pengangguran

"Kami kaji dulu apakah ini metode yang paling bagus untuk mengurangi potensi kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia,"

Senin, 14 Agus 2017 12:40 WIB

Ilustrasi: Ratusan pencari kerja memadati pintu masuk Bursa Kerja 2017 di Gedung Wanita, jalan Sudirman, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/7). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Pemerintah saat ini tengah mengakaji kebijakan pemberian asuransi bagi pengangguran  di Indonesia. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro mengatakan, program ini dikaji sebagai upaya mengurangi potensi kemiskinan dan ketimpangan sosial di Indonesia.

"Kami mencoba mencari cara untuk mengurangi poverty dan inequality. Kalau mencontoh case di Negara maju ada yang namanya unemployment benefits. Tapi tentunya ini perlu dilihat dalam case Indonesia," kata Bambang usai menghadiri The 2nd Internasional Conference on Indonesian Economy and Development di Jakarta, Senin (14/08/17). 

Menurut Bambang, pemerintah perlu membuat formulasi perhitungan yang tepat agar asuransi pengangguran tidak menjadi insentif untuk orang terus menganggur. Sebab, penerapan program ini di Australia menunjukkan dampak negatif karena menjadi alasan warganya untuk terus menganggur.

"Kami kaji dulu apakah ini metode yang paling bagus untuk mengurangi potensi kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia," ujarnya.

Bambang enggan mengatakan kapan target kajian terhadap kebijakan pemberian asuransi untuk pengangguran tersebut selesai.

"Kami masih kaji pokoknya, jangan buru-buru," kata Dia.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Selama ini kita sering mendengar berita mengenai orang yang meninggal akibat penyakit diabetes, sehingga menjadikan diabetes sebagai salah satu penyakit yang ditakuti.