Pembubaran HTI, Wiranto Siapkan SKB 3 Menteri

"Untuk melakukan upaya-upaya pembinaan kepada eks-anggota pengurus dan simpatisan HTI"

Jumat, 04 Agus 2017 09:00 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menyatakan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri bakal diterbitkan untuk mencegah persekusi untuk bekas anggota atau simpatisan Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Kata dia, SKB ini merupakan bentuk perlindungan negara bagi mereka pascapembubaran Ormas Islam tersebut. Ia mengklaim SKB tidak menimbulkan keresahan tetapi justru mendinginkan suasana.

"SKB itu fokusnya bagaimana kita memperlakukan mantan pengurus anggota HTI itu, tidak terjadi satu tindakan-tindakan langsung dari masyarakat. Itu secara hukum kita lindungi itu,"  kata Wiranto di kantornya, Kamis (3/8/2017).

Wiranto menambahkan, SKB juga akan berisi  imbauan agar bekas anggota atau simpatisan memperoleh pembinaan tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

"Satu imbauan untuk melakukan upaya-upaya pembinaan kepada eks-anggota pengurus dan simpatisan HTI untuk kemudian kembali pada format Negara Kesaturan Republik Indonesia Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika," ujar dia.

Wiranto tidak melarang bekas anggota HTI untuk berdakwah, sepanjang tidak menyebarkan ajaran yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

SKB akan ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri, Menteri Hukum dan HAM dan Jaksa Agung.

"Instansi lain misal, Kemenristekdikti, Kementerian Agama nanti berkoordinasi dengan menteri-menteri yang menandatangani SKB untuk bagaimana menyelaraskan tindakan di lapangan," ujar politisi Partai Hanura ini.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Kepala KSP Moeldoko Tepis Anggapan Miring

  • Izin Impor Beras Dialihkan, PT PPI Tak Keberatan
  • BNPB Siapkan Anggaran Rp 166 Miliar untuk Perbaiki Rumah Korban Banjir Bima
  • PS TNI Gagal Menang Melawan 10 Pemain Persebaya

Memberdayakan masyarakat bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya seperti apa yang dilakukan anak-anak muda asal Yogyakarta ini melalu platform digital yang mereka namai IWAK.