Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kanan) bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berjalan meninggalkan kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara usai melihat langsung dua teroris yang tewas tertembak di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (20/7). Kapolri memasti



KBR, Jakarta - Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyebut lolosnya dua sandera kelompok Abu Sayyaf akibat tekanan dari angkatan bersenjata Filipina. Kata dia, tekanan militer itu membuat kelompok Abu Sayyaf lengkah mengawasi para sandera.

"Saya yakin dua sandera yang berhasil lolos ini akibat tekanan dari pemerintah Filipina, dari angkatan bersenjata Filipina di daerah Jolo sehingga terjadi kelengahan. Jadi kita serahkan saja semuanya kepada pemerintah Filipina. Tetapi, TNI saya katakan, apapun akan kita lakukan untuk membebaskan sandera. Apabila memang peluang itu ada," kata Gatot Nurmantyo di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (19/08/2016).

Sebelumnya, dua dari tujuh sandera Abu Sayyaf yaitu Mohammad Sofyan dan Ismail, berhasil kabur. Keduanya kabur saat penjaga sedang tidur. Sofyan pun berenang setelah menceburkan diri ke laut.

Baca juga:
Kivlan: Bantuan Tentara Moro Bebaskan Sandera Abu Sayyaf, Tanpa Imbalan
WNI Disandera, DPR: Kivlan Bahayakan Korban

Sementara, Ismail ditemukan di Bual, Luuk, Provinsi Sulu, Desa Sembilan, beberapa jam setelah ditemukannya Sofyan. Ismail adalah pemimpin Kapal Tugboat Charles.

Panglima Gatot mengklaim terus bekerjasama dengan intelijen Filipina dalam upaya pembebasan sandera yang lain. Saat ini masih ada lima WNI yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf.

"Selama ini yang kita lakukan adalah kita bekerjasama dengan intelijen. Kerjasama dengan intelijen di Filipin. Kemudian yang paling penting adalah, kita ucapkan terima kasih kepada pemerintah Filipina dan angkatan bersenjatanya yang sudah mengadakan pengepungan dengan ketat," ujar Gatot.

Dia juga berharap, semua sandera dapat dibebaskan dan tidak ada penculikan lagi.

"Mudah-mudahan kita doakan bersama sandera ini akan bisa dibebaskan semuanya. Dan tidak ada penculikan-penculikan lagi," pungkasnya.

Kelompok Abu Sayyaf, yang berafiliasi dengan ISIS ini juga masih menyandera 15 sandera asal Norwegia, Belanda, lima warga Malaysia dan delapan warga Filipina.



Editor: Quinawaty

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!