WNI Disandera, Panglima TNI: Kita Serahkan Saja Semuanya Pada Filipina

Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyebut lolosnya dua sandera kelompok Abu Sayyaf akibat tekanan dari angkatan bersenjata Filipina.

Jumat, 19 Agus 2016 11:41 WIB

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kanan) bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berjalan meninggalkan kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara usai melihat langsung dua teroris yang tewas tertembak



KBR, Jakarta - Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyebut lolosnya dua sandera kelompok Abu Sayyaf akibat tekanan dari angkatan bersenjata Filipina. Kata dia, tekanan militer itu membuat kelompok Abu Sayyaf lengkah mengawasi para sandera.

"Saya yakin dua sandera yang berhasil lolos ini akibat tekanan dari pemerintah Filipina, dari angkatan bersenjata Filipina di daerah Jolo sehingga terjadi kelengahan. Jadi kita serahkan saja semuanya kepada pemerintah Filipina. Tetapi, TNI saya katakan, apapun akan kita lakukan untuk membebaskan sandera. Apabila memang peluang itu ada," kata Gatot Nurmantyo di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (19/08/2016).

Sebelumnya, dua dari tujuh sandera Abu Sayyaf yaitu Mohammad Sofyan dan Ismail, berhasil kabur. Keduanya kabur saat penjaga sedang tidur. Sofyan pun berenang setelah menceburkan diri ke laut.

Baca juga:
Kivlan: Bantuan Tentara Moro Bebaskan Sandera Abu Sayyaf, Tanpa Imbalan
WNI Disandera, DPR: Kivlan Bahayakan Korban

Sementara, Ismail ditemukan di Bual, Luuk, Provinsi Sulu, Desa Sembilan, beberapa jam setelah ditemukannya Sofyan. Ismail adalah pemimpin Kapal Tugboat Charles.

Panglima Gatot mengklaim terus bekerjasama dengan intelijen Filipina dalam upaya pembebasan sandera yang lain. Saat ini masih ada lima WNI yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf.

"Selama ini yang kita lakukan adalah kita bekerjasama dengan intelijen. Kerjasama dengan intelijen di Filipin. Kemudian yang paling penting adalah, kita ucapkan terima kasih kepada pemerintah Filipina dan angkatan bersenjatanya yang sudah mengadakan pengepungan dengan ketat," ujar Gatot.

Dia juga berharap, semua sandera dapat dibebaskan dan tidak ada penculikan lagi.

"Mudah-mudahan kita doakan bersama sandera ini akan bisa dibebaskan semuanya. Dan tidak ada penculikan-penculikan lagi," pungkasnya.

Kelompok Abu Sayyaf, yang berafiliasi dengan ISIS ini juga masih menyandera 15 sandera asal Norwegia, Belanda, lima warga Malaysia dan delapan warga Filipina.



Editor: Quinawaty

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?