Ilustrasi: Nirwan memperlihatkan foto anak angkatnya, Muhammad Mabrur Dahri, korban penyanderaan kelompok bersenjata di Filipina, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (19/8). (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Kementerian Luar Negeri memastikan dua orang anak buah kapal (ABK) TB Charles asal Indonesia yang berhasil melarikan diri dari penyanderaan Abu Sayyaf sudah kembali ke Indonesia. Kedua WNI tersebut yakni Sofyan dan Ismail.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, serah terima Sofyan dan Ismail kepada keluarga juga sudah dilakukan. Kata dia, prosesi serah terima berlangsung tertutup karena atas permintaan keluarga.

"Dua ABK TB Charles yang telah bebas dari penyanderaan, yaitu Muhamad Sofyan dan Ismail, tiba dengan selamat di Jakarta pada Jumat tengah malam, 26 Agustus 2016. Pada hari Sabtu, 27 Agustus, pukul 12.00, Menlu RI atas nama Pemerintah menyerahterimakan keduanya kepada keluarga masing-masing," ujarnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/08).

Kata dia,   kedua WNI tersebut dalam kondisi baik dan sehat. Dia juga mengaku mengantongi beberapa informasi dari keduanya terkait kondisi WNI lain yang masih disandera oleh Kelompok Abu Sayyaf. Hanya saja dia enggan menjelaskan lebih lanjut soal apa informasi tersebut.

"Kondisi kesehatan kedua WNI dalam kondisi yang baik. Serah terima memang atas permintaan keluarga karena menginginkan adanya privasi maka dilakukan tidak seperti biasa. Itu kita hormati sepenuhnya permintaan keluarga dan secara langsung sampaikan kita doakan bersama sehingga upaya pemulangan untuk bebaskan sandra lain dapat segera berhasil. Ada beberapa informasi yang kita dapatkan tapi belum bisa saya sampaikan," ucapnya.

Sebelumnya, Sofyan dikabarkan melarikan diri dari penyanderaan Kelompok Abu Sayyaf dengan cara berenang di laut. Sofyan diselamatkan oleh sejumlah anggota militer di tepi Pantai Barangay setelah berenang ratusan meter. Hal serupa juga dilakukan Ismail. Ismail merupakan satu dari tujuh kru Kapal Charles yang diculik Abu Sayyaf di perairan Tawi Tawi, Filipina pada 22 Juni lalu.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!