Warga Korban Banjir di Trenggalek Tolak Mengungsi

"Kami mencoba membujuk beberapa warga untuk mengungsi karena kondisi di sekitar berbahaya, namun mereka menolak dengan alasan padinya belum ada yang mengurus dan lain sebagainya,"

Rabu, 17 Agus 2016 20:20 WIB

Basarnas Trenggalek Jatim mencari korban banjir. (Foto: KBR/Adhar M.)



KBR, Trenggalek- Tim Basarnas Trenggalek Jawa Timur menyisir  sejumlah lokasi bencana banjir yang melanda tiga kecamatan   untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak. Kepala Pos Basarnas Trenggalek, Afando mengatakan, dari proses penyisiran yang dilakukan di Dusun Nglaban, Desa Karanganyar ratusan warga yang rumahnya terendam enggan untuk dievakuasi maupun mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Warga justru memilih bertahan dan untuk menjaga rumah masing-masing, padahal di antara korban banjir terdapat sejumlah anak kecil dan bayi.   

"Kami mencoba membujuk beberapa warga untuk mengungsi karena kondisi di sekitar berbahaya, namun mereka menolak dengan alasan padinya belum ada yang mengurus dan lain sebagainya," katanya.   

Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Trenggalek meluas, hingga saat ini tercatat 15 desa di tiga kecamatan, masing-masing Kecamatan Gandusari, Kampak dan Kecamatan Pogalan yang terdampak banjir.

Genangan air di beberapa wilayah pada Rabu malam mulai surut, warga pun mulai membersihkan rumah dari sisa material banjir. Sedangkan untuk Desa Krandegan di Kecamatan Gandusari dan Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan air justru mulai naik.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.