Sri Mulyani: Maknai Kemerdekaan dengan Memberi Keadilan

"Kemerdekaan ini bagaimana mewujudkan suatu bangsa yang bisa memberikan keadilan bagi masyarakatnya, hak untuk hidup secara baik dengan kesejahteraan"

Rabu, 17 Agus 2016 17:03 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani memaknai kemerdekaan sebagai momen untuk semakin memperjuangkan keadilan bagi masyarakat. Sri mengatakan, keadilan itu terutama harus diusahakan negara bagi kelompok yang paling lemah, baik dalam menghadapi tantangan ekonomi maupun sosial. Kata dia, pemaknaan itu sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyebutkan tujuan kemerdekaan adalah untuk memerangi ketidakadilan.

"Kemerdekaan ini bagaimana mewujudkan suatu bangsa yang bisa memberikan keadilan bagi masyarakatnya, hak untuk hidup secara baik dengan kesejahteraan, dan juga bagaimana kita sebagai bangsa bisa memberikan pendidikan bagi mereka yang paling lemah dan paling rawan dalam tantangan ekonomi dan sosial," kata Sri di komplek Kementerian Keuangan, Rabu (17/08/16).

Sri mengatakan, kemerdekaan harus bisa dirasakan oleh semua kelompok masyarakat. Kata dia, kemerdekaan itu harus dipenuhi, baik secara sosial dan ekonomi. Menurutnya, salah satu cara memecahkan permasalahan itu adalah mengupayakan pemerataan pendidikan untuk semua warga negara.

Hari ini, Sri menjadi pembina upacara dalam perayaan kemerdekaan RI di komplek Kementerian Keuangan. Ini merupakan kali pertama Sri menjadi pembina upacara sepulangnya setelah melepaskan jabatan direktur pelaksana di Bank Dunia dan menjabat menteri keuangan. Pada upacara itu, Sri mengenakan kebaya hijau dipadukan kain batik.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?