Presiden Perintahkan Kajian Lingkungan Strategis di Kendeng

"Diperlukan kira-kira satu tahun lah ya, studi itu. Jadi nanti hasil studi itu lah yang akan menjadi rujukan bagi kita semua,

Selasa, 02 Agus 2016 18:35 WIB

Ilustrasi: Aksi perempuan kendeng menyemen kaki di depan istana kepresidenan Jakarta. (Foto: KBR/Wydia A.)



KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menghentikan sementara izin pembangunan pabrik semen di kawasan pegunungan Kendeng, Jawa Tengah. Keputusan ini diambil setelah Presiden bertemu dengan perwakilan warga   sore ini.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Teten Masduki mengatakan, Presiden juga memerintahkan dilakukan kajian lingkungan hidup strategis. Kata dia, kajian akan melibatkan sejumlah kementerian (kementerian lingkungan hidup, ESDM, Kemendagri) dan pemerintah daerah yang dipimpin oleh KSP.

"Diperlukan kira-kira satu tahun lah ya, studi itu. Jadi nanti hasil studi itu lah yang akan menjadi rujukan bagi kita semua, bagi pemerintah daerah, pusat, investor termasuk masyarakat. Saya kira ini jalan keluar yang baik, bagi kemelut persoalan pabrik semen ini," kata Teten seusai bertemu warga Kendeng di Istana, Selasa (2/8/2016).

Teten menambahkan, selama kajian dilakukan, maka izin pertambangan di wilayah Kendeng juga tidak boleh dikeluarkan.

Menurut Teten, nantinya Presiden bakal mengajak PT Semen untuk berdialog dengan masyarakat Kendeng dan pemerintah daerah.

"Juga pak presiden akan mengajak ke PT Semen juga berdialog dengan masyarakat kendeng, termasuk juga dengan pemerintah daerah," ujar Teten.


Sementara perwakilan warga Kendeng, Gunretno berharap kesepakatan ini segera ditindaklanjuti. Kata dia, warga siap diajak berdialog

"Ini segera ditindaklanjuti secepatnya, sama pabrik semen, izin-izin dihentikan, kajian lingkungan strategis siap dimulai, warga siap diajak rembugan, karena selama ini memang total tidak pernah diajak rembukan," kata dia.

Warga Kendeng melakukan protes menolak pembangunan pabrik semen lebih dari dua tahun. Warga menilai keberadaan pabrik semen bakal merusak tata air. Berbagai aksi dilakukan, di antaranya menyemen kaki di depan Istana. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Dewan Pertimbangan MUI Minta Pemerintah Tak Usah Gubris Putusan MK soal Kolom Agama

  • Bupati Siak Minta Wilayah Rawan, Prioritaskan Dana Desa untuk Pencegahan Karhutla
  • Calonnya Mundur, Golkar Cari Ganti Bakal Calon Wagub Sumut