Eks Menteri ESDM Arcandra Tahar. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan memastikan Presiden Joko Widodo bakal mengumumkan nama menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam waktu dekat.Alasannya Presiden tidak mau kinerja Kementerian ESDM terganggu begitu lama.

Luhut  enggan menjelaskan labih lanjut soal kapan  pengumuman  dilakukan.

"Pastilah, Presiden masih memproses. Mau diumumkan tidak akan lama. (Arcandra kemungkinan akan diberdayakan)? Kalau anda tanya saya dengan knowledge-nya, kenapa tidak? Tapi kan saya tidak tahu keputusan presiden. Karena saya apa hanya pelaksana tugas," ujarnya kepada wartawan usai melakukan Upacara Peringatan HUT RI ke-71 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/08).

Dia berharap, Presiden Jokowi kembali memilih seseorang dari kalangan profesional untuk mengisi pos Kementerian ESDM tersebut. Alasannya, Kementerian ESDM membutuhkan pemimpin yang mengerti betul permasalahan energi di Indonesia. Kata dia, permasalahan di sektor energi bangsa ini sudah puluhan tahun tidak pernah terselesaikan.

"Kita ini jangan ribut soal yang kecil, bilang nasionalisme-nasionalisme, berpuluh tahun kita punya harga migas gak jelas karena dibikin gak jelas. Itu kan belum apa-apa sudah kelihatan anunya. Bertahun-tahun kita biarkan dari west Natuna dari gas kita langsung ke Singapura padahal gelap di Natuna. Kurang di Batam sekarang bisa kita lakukan  gas itu. Hal-hal seperti ini harus kita lihat," ujarnya.

Dia menambahkan,  tengah mengkaji lagi soal apa yang sudah Arcandra lakukan selama menjadi Menteri ESDM. Dia berjanji bakal melanjutkan program yang dinilai baik. Terutama kata dia soal rencana efisiensi yang sudah dilakukan Acandra meski baru hitungan hari menjabat Menteri ESDM.

"Saya hanya chalenge mereka kenapa punya cost seperti itu. Tunjukan saya cost strukturnya. Ditunjukin dan dia koreksi dan angka itu sampai kepada ke angka rendah itu. Pertanyaan kita kan kemana aja selama ini. Seperti harga gas saya juga ingin turunkan dari 78 dolar sekarang mungkin bisa sampai ke 45. Jadi saya pikir kita musti lihat utuh ada anak bangsa baik. Presiden lihat itu satu peluang untuk restrukturing semua dalam perminyakan dan gas. Perlu sikapi dengan baik," tambahnya. 


Mafia Tambang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah diminta bekas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar untuk membongkar mafia tambang. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan kedatangan Arcandra pekan lalu hanya ingin mengenalkan diri sebagai menteri baru dan ingin kementeriannya akuntabel.

"Melaporkan itu bukan seperti yang beredar ya. Jadi seolah-olah membawa dokumen, bahwa beliau datang. Itu saya melihat sebagai courtesy call ya. Jadi ya sebagai pejabat baru sopan santunnya ketemu dengan banyak pihak. Kemudian beliau memang mengatakan ingin akuntabel, kalau yang tersebar itu kan mau membongkar ini, mau bawa data, itu enggak. Courtesy call ya dan komitmennya dia ke depan akuntabel itu aja," kata Agus Rahardjo di Gedung KPK Jakarta, Rabu (17/08/2016).

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Arcandra meminta KPK membongkar kebobrokan di Kementerian ESDM dan persoalan mafia tambang. Saat itu, Arcandra menyatakan hanya bersilaturahmi dengan KPK. Alhasil, polemik kewarganegaraan ganda Arcandra dimunculkan. Pertemuan itu lantas dikaitkan dengan isu pencopotan Arcandra dari jabatan menteri. 


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!