Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai mengikuti Upacara HUT ke-71 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/8). (Foto: Antara)



KBR, Jakarta -  Istana menyatakan belum ada usulan nama dari partai politik untuk menempati posisi Menteri ESDM. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, kewenangan memilih pengganti Arcandra mutlak berada di tangan Presiden.

Kata Pramono, saat ini Presiden tengah mencari sosok yang tepat dan dipastikan bakal diumumkan dalam waktu dekat.

"Dan tentunya ini tidak akan terlalu lama. Karena bagaimanapun ESDM ini adalah kementerian yang sangat strategis diperlukan seseorang yang segera in charge. Sekarang ini tentunya Presiden sedang mendengarkan, mencari, dengan seksama beberapa orang yang mungkin bisa ditugaskan beliau di tempat itu. (Usulan dari parpol?) Sampai hari ini tidak ada usulan nama siapapun yang dispekulasikan dari partai politiktidak ada," kata Pramono di kompleks Istana, Kamis (18/8/2016).

Terkait nasib Arcandra, Pramono enggan memberikan penjelasan. Menurut dia, hanya Presiden yang tahu tentang hal itu.

"Itu presiden yang tahu, kalau saya jawab, ngarang. Ya walaupun saya tahu tidak etis untuk disampaikan" ujarnya.

Ia juga bungkam ketika ditanya tentang hasil pertemuan antara Presiden dengan Arcandra kemarin. Namun, Pram mengakui ia juga ikut dalam pertemuan tersebut.

"Presiden yang tahu, walaupun saya ada di tempat itu," ucapnya.

Partai

PDI Perjuangan menyerahkan sepenuhnya sosok pengganti Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM kepada Presiden Jokowi. Menurut Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, pengganti Arcandra harus mampu menciptakan kedaulatan energi di Indonesia.

Kata Hasto, salah satu kriteria yang harus ada menurut PDIP adalah bisa membebaskan diri dari segala kepentingan luar.

"Harus dipahami juga bahwa posisi strategis tersebut tentu mengundang berbagai kepentingan. Harus ada upaya untuk menangkal agar kepentingan-kepentingan yang masuk betul-betul kepentingan bangsa dan negara, bukan kepentingan perseorangan ataupun sebuah kelompok," ujar Hasto, Kamis(18/8).

Ia menyerahkan sepenuhnya jika nantinya Jokowi memberikan kursi itu kepada kader salah satu partai politik. Namun yang terpenting kriteria kepemimpinan sosok tersebut, kata Hasto, harus diuji.

Hingga kini, Ketua Umum Golkar telah berkomunikasi dengan Presiden Jokowi. Ada beberapa nama yang disebut-sebut disodorkan Novanto. Mereka di antaranya adalah anggota DPR Satya Yudha dan Zainudin Amali.

PDIP  mengaku belum dimintai pendapat oleh Presiden Jokowi soal calon yang akan mengisi kursi Menteri ESDM.

Paspor

Dirjen Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM Ronny F. Sompie, memastikan bekas menteri ESDM Arcandra Tahar pernah masuk ke Indonesia menggunakan paspor Amerika Serikat. Ronny mengatakan, itu Arcandra lakukan pada 2012 lalu.

"Masalahnya yang utama adalah masalah kewarganegaraan beliau. Kalau soal perlintasan, tentu kita sudah mendapatkan datanya," kata Ronny di Mabes Polri, Kamis (18/08/16).

Ronny mengakui, sistim imigrasi di Indonesia belum bisa memunculkan peringatan jika  ada seseorang yang masuk ke Indonesia dengan paspor dari negara yang berbeda. Walaupun orang tersebut mempunyai nama dan tempat tanggal lahir yang sama.

"Jadi sistem kita memang belum dirancang untuk bisa alert terhadap penggunaan dua paspor  negara yang berbeda. Tapi kalau pakai dua paspor  Indonesia dengan data yang berbeda langsung alert. Termasuk sistem cekal," jelasnya.

Menurut Ronny, tahun 2013 sampai 2016 Arcandra tak pernah datang lagi ke Indonesia. Arcandra datang Indonesia beberapa hari sebelum dilantik sebagai menteri ESDM.

"Saat datang lagi itu dia menggunakan paspor Indonesia," ujarnya.

Kasus Arcandra, Ronny mengatakan, akan dijadikan pelajaran bagi Ditjen Imigrasi untuk mengelola sistem peringatan yang lebih baik. Sehingga jika ada kasus yang sama akan langsung terdeteksi.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!