Pelaksana Menteri ESDM, Luhut Binsar Bakal Percepat Pembahasan Blok Masela dan Natuna

Pelaksana tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Luhut Binsar Panjaitan bakal mempercepat pembahasan terkait Blok Masela dan Blok Natuna.

Jumat, 19 Agus 2016 10:21 WIB

Plt Menteri ESDM, Luhut Binsar Panjaitan rapat bersama Presiden Jokowi di Istana Jakarta. Foto: ANTARA



KBR, Jakarta - Pelaksana tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Luhut Binsar Panjaitan bakal mempercepat pembahasan terkait Blok Masela dan Blok Natuna.

Kata dia, pihaknya bersama Dirjen Migas akan merampungkan dua proyek itu bersama delapan hal lain semisal pembahasan revisi UU Migas dan Minerba dalam sepekan hingga dua pekan mendatang.

""Jadi tadi kita bicara ada 10 item dari Dirjen Migas. Sebenarnya ada 32 yang pending item yang harus diselesaikan. Tadi 10 (item) sudah kita bahas. Dan, semua 10 item sudah kita gelar (diskusikan-red) oleh Pak Dirjen Migas. Dan, 10-nya sepertinya berjalan dengan baik," kata Pelaksana tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Luhut Binsar Panjaitan, Kamis (19/8/2016).

Baca juga: Menteri Arcandra Sebut Biaya Blok Masela Bisa Turun Signifikan
 
Ia juga mengatakan, selain revisi UU Migas dan Minerba, pihaknya juga berencana merevisi Perpres no. 79/2010 tentang Cost Recovery dan Perlakuan Pajak Penghasilan di Sektor Hulu Migas.

"Sisanya 20 lagi nanti bertahap kita selesaikan. Ini, yang 10 pertama ini, yang menurut Pak Sekjen (Migas) dan Pak Dirjen Migas hal yang urgent perlu diselesaikan," ujarnya.

Menurut Luhut, Revisi UU Migas ini sudah terlampau lama mangkrak. Karenanya, Luhut menyatakan, Kementerian ESDM akan sesegera mungkin merampungkan RUU tersebut.

"Kita akan segera (menyelesaikan draf RUU ini), mungkin kalau bisa minggu ini kita sudah mulai kerjakan. Saya mau komunikasi dengan DPR. Kalau bisa, minggu depan kita (Kementerian ESDM) ketemu (dengan DPR)," ungkap Luhut.

Sementara terkait revisi UU Minerba dan revisi PP 79. Luhut mengaku, draf revisi PP 79 akan selesai minggu depan. Kementerian ESDM berharap, investasi ke dalam negeri akan lebih banyak, khususnya pada kondisi perekonomian dunia yang melemah.

"Ada beberapa perubahan yang bisa dilaksanakan. Jangan kita bikin peraturan yang nyatanya bisa mencekik kita sendiri," pungkas Luhut.




Editor: Quinawaty
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas

  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Fraksi Nasdem Berencana Keluar dari Pansus Angket KPK

  • Keluarga La Gode Ragukan Keseriusan Polisi Proses Dugaan Keterlibatan Anggotanya
  • Polda dan TNI Papua Ikut Bantu Tangani Campak di Asmat
  • Diguyur Hujan 2 Pekan, Hasil Panen Rumput Laut di Nunukan Membusuk

Perkembangan teknologi membawa banyak kemudahan bagi kita termasuk di bidang keuangan atau FinTech atau Financial Technology.