Pasukan TNI/Polri Tutup Akses Kelompok Santoso pada Logistik Petani

Saat ini Satgas Tinombala menduga 15 orang sisa kelompok Santoso dalam kondisi kelaparan.

Jumat, 19 Agus 2016 10:18 WIB

Polisi mengevakuasi jenazah Ibrahim, salah seorang DPO anak buah Santoso, di Kecamatan Poso Pesisir, Kamis (18/8/2016). (Foto: Aldrims Thalara)



KBR, Poso - Aparat pasukan gabungan TNI dan Polri terus melakukan patroli dan penyisiran di sekitar Desa Padopi, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Lokasi itu sebelumnya menjadi arena baku tembak aparat gabungan Satgas Operasi Tinombala dengan sekelompok orang bersenjata pada Rabu (17/8/2016), hingga salah seorang dari kelompok itu tewas.

Jenazah kemudian diidentifikasi sebagai Ibrohim, warga suku Uighur Tiongkok yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi sebagai anggota Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso. Jenazah Ibrohim dievakuasi pada Kamis (18/8/2016).

Baca: Satgas Tinombala Tembak Mati Satu Orang Suku Uigur DPO Kelompok Santoso

Pasukan gabungan TNI/Polri terus memburu sisa dari kelompok Santoso. Pencarian difokuskan di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara dan Poso Pesisir Selatan.

Aparat gabungan juga masih menggunakan strategi penyekatan, dengan pendirian pos pos sekat yang dijaga 24 jam.

Baca: Kapolri Pastikan Santoso Tewas

Selain itu juga ada kontrol ketat terhadap pergerakan orang dan barang menuju maupun keluar dari kawasan hutan pegunungan. Termasuk yang awasi ketat adalah beberapa kebun warga, untuk mencegah kelompok Santoso mendapat pasokan logistik.

Saat ini Satgas Tinombala menduga 15 orang sisa kelompok Santoso dalam kondisi kelaparan.

Baca: Istri Santoso Kelaparan Sebelum Menyerah

Temuan Satgas di lapangan mengindikasikan kelompok itu berupaya mendapat logistik dari hasil bumi yang diusahakan warga petani di sekitar kaki gunung. Kelompok itu mencari bahan makanan seperti pisang, beras dan sayur-sayuran.

Hal ini kemudian membuat aparat gabungan menerapkan strategi menjaga sumber-sumber makanan dan air bersih seperti aliran sungai.

Ketatnya penjagaan itu membuat sejumlah warga takut berkebun. Salah seorang tokoh warga di dekat wilayah kontak tembak, Uci khawatir jika nekat berkebun, warga bisa menjadi sasaran.


"Ya kita menghimbau warga-warga kita yang tinggal di dekat wilayah  penyisiran agar jangan berkebun terlalu dekat. Takutnya nanti bisa jadi sasaran" kata Uchi.

Warga berharap situasi di Poso bisa kembali tenang supaya mereka bisa kembali bertani dan berkebun dengan aman.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pria Pembawa Senjata Tajam di Polda Ternyata Sakit Jiwa

  • Kelanjutan Relokasi Tiga Gereja di Bogor, Pemkot dan FKUB Tunggu Kesanggupan Pihak Perumahan
  • Filipina Teliti Video Kelompok Maute Eksekusi Warga Sipil
  • Facebook Bakal Siarkan Pertandingan Liga Champions Eropa Musim Depan

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?