Pebulu tangkis ganda campuran peraih medali emas Olimpiade Brasil, Tontowi Ahmad (tengah) bersama Liliyana Natsir (kedua kanan) dan sejumlah atlet dan offsial menaiki bus tingkat terbuka Bandros ketika penyambutan oleh masyarakat di Jakarta, Selasa (23/8)



KBR, Jakarta– Pasangan peraih medali emas Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad mengakui perhatian pemerintah Indonesia kepada para atlet di olimpiade tahun ini lebih baik. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kata Liliyana, ada perhatian lebih yang diberikan kepada para atlet.

“Sejauh ini luar biasa ya. Sampai beberapa kali ada orang ngomong luar biasa kali ini pemerintah perhatiannya. Yang memberikan bonus juga yang spektakuler, dan perhatiannya. Dan sudah mulai para Olimpian menerima tunjangan hari tua ya,” kata Liliana kepada KBR di sela parade kedatangannya ke Indonesia, Selasa (23/8).

Dia melanjutkan, “Itu satu motivasi yang lebih juga buat para atlet-atlet yang ada di Indonesia ini untuk menunjukkan prestasi yang lebih karena masa depan sudah dijamin pemerintah dan itu seumur hidup.”

Kementerian Pemuda dan Olahraga memberikan bonus sebesar Rp 5 miliar untuk masing-masing peraih medali emas tersebut. Selain itu, untuk peraih medali perak dari cabang angkat besi, Eko Yuli dan Sri Wahyuni, mereka mendapat bonus Rp 2 miliar. Selain itu, Kemenpora juga menjanjikan uang jaminan hari tua bagi peraih medali emas sebesar Rp 25 juta per bulannya.

Meski lelah menempuh perjalanan 34 jam, keduanya mengapresiasi penyambutan yang disiapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta masyarakat. Liliyana mengaku bangga ia dan Tontowi bisa mengalahkan tekanan mental saat pertandingan final.

“Tantangannya itu mungkin beban dan tegangnya itu yang harus kita atur ya. Karena enggak mudahlah saya merasakan juga. Enggak mudah di olimpiade ini bisa meraih sampai medali emas. Karena dari persiapan dan semuanya itu, kita lihatlah beberapa kali ada pemain-pemain unggulan yang tumbang disana ya.”

Soal rencana penggunaan uang bonus Rp 5 miliar tersebut, baik Tontowi maupun Liliyana mengaku belum memiliki rencana jelas. Malah, dengan nada bercanda, Tontowi mengatakan uang itu akan digunakan untuk keperluan anaknya.

“Buat beli susu anak, buat beli pampers, buat sekolah,” canda Tontowi.

Sedangkan Liliyana mengatakan belum memiliki rencana investasi ke depannya. Sebab menurutnya, selama ini mereka terlalu sibuk berlatih.

“Ya pastinya ditabung dulu. Karena apa ya, nggak mudah juga ya untuk diputerin ke bisnis juga. Karena kita biasanya pagi sore pagi sore tiap hari kita latihan bulu tangkis jadi kita kurang ada waktu ya. Jadi ya sementara disimpen dulu deh.”

Ke depannya, mereka ingin tetap fokus untuk memberikan prestasi-prestasi lainnya bagi Indonesia. 

Bebas Pajak

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi, memastikan pemenang medali emas, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, masing-masing akan mendapatkan bonus Rp 5 miliar. Menurut dia, hal ini sudah diwanti-wanti oleh Presiden Joko Widodo. Ini dilakukan sebagai penghargaan bagi prestasi keduanya.

“Masing-masing mendapatkan 5 miliar, bebas potongan pajak. Pak Jokowi minta betul-betul diperhatikan karena mereka ini pahlawan,”ujar Iman di Bandara Soekarno Hatta, Selasa (23/8).

Selama ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga menghadapi masalah ketersediaan dana. Untuk mengatasi itu, Imam berencana membuat sebuah yayasan untuk mengurusi dana olahraga.

“Mumpung ada ketua DPR, mumpung ada semua kita, kami akan berusaha setelah ini membuat yayasan dana olahraga. Kita minta nanti perusahan-perusahaan nasional tolong CSR-nya diberikan ke dunia olahraga. Kalau harga rokok naik kalau Rp 50 ribu, Rp 10 ribunya dong buat olahraga.”

Imam tidak ingin  kegiatan pembinaan atlet dan jaminan masa depan mereka terkendala oleh masalah anggaran.


Anggaran Olahraga

Ketua DPR Ade Komaruddin mengapresiasi prestasi yang dihasilkan para atlet tersebut. Dia berjanji bahwa DPR akan membantu pengembangan dunia olahraga melalui pembahasan anggaran. Ade menjamin DPR akan mendorong penambahan anggaran bagi pembinaan dan jaminan hidup para atlet.

“DPR akan memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan olahraga melalui peningkatan anggaran. Pada pembahasan anggaran kedepannya, boleh anggaran lain dipotong. Tapi olahraga tidak dipotong,” kata Ade di Bandara Soekarno Hatta, Selasa(23/8).

Ia mengaku bangga dengan prestasi para atlet yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

“Bangsa ini bangsa besar. Bangsa ini telah berkibar di negeri jauh sana di Rio, Brazil. Kita tentu mengucapkan selamat atas nama DPR. Mengucapkan selamat kepada Jokowi yg telah mendapatkan hadiah dari Menpora dan anak-anak tercinta para pahlawan olahraga nasional.”

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!