Ibunda Liliyana Natsir, Olli Maramis di rumahnya di Manado, Sulawesi. Foto: Zulkifli Madina/KBR



KBR, Manado - Liliyana Natsir tampil gemilang bersama Tontowi Ahmad sebagai pasangan ganda campuran cabang bulutangkis di ajang Olimpiade Rio de Janiero, Brasil 2016. Keduanya berhasil meraih medali emas tepat di HUT Kemerdekaan RI ke-71.

Liliyana dan Tontowi memang kerap tampil memukau di setiap pertandingan yang memasangkan mereka. Namun tak banyak yang tahu, sosok Liliyana.

Demi bulu tangkis, perempuan yang akrab disapa Butet itu hanya sampai di bangku Sekolah Dasar (SD) dari Eben Haizer Manado.

"Dari SD berkisar umur delapan tahun dia mulai bermain bulutangkis," ungkap Olli Maramis saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (20/08/2016).

Olli Maramis mengungkapkan, bakat Butet di olahraga bulutangkis sudah tampak sejak kecil. Sehingga dimasukkan ke klub PB Pisok Manado dan dilanjutkan ke PB Tangkas Jakarta serta di ambil PB Djarum. Di sanalah Butet mulai mengukir prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Pas selesai dia SD, saya lihat sih nih anak kayaknya ada bakat dan dia memang suka bukan dipaksain sehingga kami membiayai sendiri untuk dibawah ke Jakarta," ujar Olli Maramis.

Dia menambahkan, apa yang diraih oleh Butet saat Olimpiade Rio ini merupakan buah pengorbanan yang dilakukan anak bungsunya itu.

Ibunda Liliyana juga bersyukur atas perhatian Pemerintah Pusat terhadap atlet-atlet Indonesia yang memberikan bonus kepada mereka. Ia pun berharap Pemerintah Provinsi Sulut maupun Kota Manado bisa memberikan penghargaan serupa kepada anaknya apalagi Liliyana Natsir.

"Mudah-mudahanlah gubernur dan walikota Manado melihat Liliyana sebagai anak dari daerah Manado dengan memberikan kenang-kenangan dari hasil prestasinya," kata Olli Maramis.

Hari ini Presiden Joko Widodo akan menyambut kedatangan para atlet Indonesia yang baru saja berjuang di Olimpiade Rio Brazil. Sambutan khusus terutama kepada pasangan pebulutangkis Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang menyumbangkan medali emas dari nomor ganda campuran. Medali emas yang diraih tepat di hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil menaklukkan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dari Malaysia 21-14, 21-12 pada pertandingan final bulutangkis ganda campuran, Kamis (18/8/2016) dinihari. Ini merupakan emas pertama bagi kontingen Indonesia pada helatan Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil.


Baca juga:
Dapat Emas, Owi Minta Dijemput Orang Tuanya di Bandara
Owi-Butet: Terima Kasih Indonesia!




Editor: Quinawaty

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!