Atlet angkat besi Indonesia Eko Yuli. Foto: Antara



KBR, Jakarta - Pengamat olahraga Budiarto Shambazy berharap pemerintah membenahi sarana dan prasarana cabang olahraga andalan yang diikutkan di ajang Olimpiade. Salah satunya yaitu sarana dan prasaranan cabor angkat besi yang menurutnya buruk. Padahal, kata dia, cabor angkat besi bisa menyabet emas jika diberikan sarana dan prasarana yang baik.

"Untuk angkat besi, apa iya kita sudah bisa mengikuti kejuaraan-kejuaraan yang memadai di tingkat dunia atau regional. Karena sarananya untuk angkat besi itu minim. Kalau kita lihat tempat latihannya sudah kayak gudang," jelasnya saat dihubungi KBR, Rabu (24/8/2016).

Budiarto Shambazy menambahkan, pemerintah juga sebaiknya memfokuskan pada beberapa cabang olahraga tertentu yang sudah terbukti memberikan medali. Sehingga pendanaan terhadap olahraga tersebut bisa maksimal.

"Yang sekarang saja tidak cukup, terus dipakai untuk semua banyak cabang, ya berat. Harusnya dana sebesar, katakanlah Rp1 triliun hingga Rp2 triliun. Negara-negara lain juga begitu, hanya fokus olahraga-olahraga yang dapat emas. Jadi tujuh cabang yang ikut Olimpiade kemarin sudah cukup," imbuhnya.

Lebih lanjut, kata dia, bila perlu tujuh cabang olahraga yang kemarin diikutkan Olimpiade 2016 dikurangi menjadi lima cabang saja. Cabang olahraga seperti sepeda BMX dan olahraga air lainnya seperti loncat indah dan renang karena sulit bersaing.

Baca juga: Tak Punya Darah Batak, Ini Asal Mula Liliyana Natsir Dipanggil Butet

Indonesia gagal meraih target tiga medali emas pada Olimpiade Rio 2016. Perwakilan Indonesia hanya mampu membawa satu medali emas melalui cabang olahraga bulutangkis dan dua perak dari cabang olahraga angkat besi.

Indonesia mengirimkan 28 atlet dari 7 cabang olahraga pada Olimpiade Rio 2016. Ketujuh cabang olahraga tersebut yaitu atletik, angkat besi, balap sepeda, bulu tangkis, dayung, panahan dan renang.

Sebelumnya Presiden Jokowi memerintahkan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk fokus membangun cabang olahraga yang sudah terlihat berprestasi.

"Fokus di tempat-tempat yang memungkinkan kita untuk mendapatkan medali dan juga anggarannya, tadi sudah saya perintahkan kepada Menpora," ujarnya di Istana Negara menyambut Tontowi/Liliyana, Rabu (24/8/2016).

Jokowi yakin, apabila direncanakan dan ditata dengan baik, maka banyak prestasi yang bakal ditorehkan para atlet di ajang olahraga lain.

"Saya meyakini bahwa emas-emas yang lain akan bisa kita dapatkan lebih banyak di cabang-cabang olah raga yang sekarang sudah mendapatkan medali maupun di cabang-cabang yang belum," tuturnya. 



Editor: Quinawaty

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!