Nasib Eks Gafatar Digantung, Menteri Tjahjo: Akan Saya Cek Semua

Kata Tjahjo, proses pengembalian masih menunggu pendataan daftar aset selesai.

Jumat, 05 Agus 2016 12:42 WIB

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Foto: Setkab

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Menteri Dalam Negeri membantah pemerintah lamban menangani pengembalian aset eks Gafatar di Kalimantan. Menurutnya, proses pengembalian masih menunggu pendataan daftar aset selesai.

"Kalau di Kalbar saya kira inventarisasinya sudah hampir selesai. Tanah kan mereka juga beli. Kalteng, saya belum monitor. Tapi daerah besar(banyak bekas pemukiman eks Gafatar) itu di Kalbar,"ujar Tjahjo di Ancol, Jumat(5/8).

Namun sebelumnya, bekas Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gafatar Yogyakarta, Yudhistira, mengeluh eks Gafatar dipersulit mengklaim aset mereka. Menurutnya, Kesbangpol Mempawah masih menunggu persetujuan Bupati Mempawah dan jaminan dari Komunitas Intelijen Daerah.

Sekali waktu, beberapa eks Gafatar sempat berangkat ke Kalimantan demi mengurus aset mereka. Mereka membawa STNK, BPKP, dan surat kuasa yang bisa dijadikan bukti. Namun kata Agus, seorang eks Gafatar, upaya itu dihalangi aparat kepolisian.

Tjahjo sendiri mengaku tidak tahu bahwa ada kesulitan yang dihadapi eks Gafatar dalam proses pendataan aset. Ia berjanji akan mengecek masalah tersebut.

" Saya kira enggak, enggak ada. Akan kita cek semua,"kata Tjahjo.

Dia juga berjanji akan mengecek ke pemerintah daerah yang mempersulit administrasi kependudukan eks Gafatar. Hingga saat ini, ia mengaku belum menerima laporan soal itu.

Baca juga:

Pasca diusir dari Mempawah, eks Gafatar harus bergelut mengurus pengembalian aset mereka di Kalimantan. Selain itu, beberapa dari mereka juga dihambat pengurusan dokumen administrasi kependudukannya. Ada di antara mereka yang terpaksa tinggal tanpa memiliki KTP.

Di Indramayu, sepasang suami isteri bernama Suratmi dan Sutarno hanya memiliki foto copy KTP. Sebelumnya KTP dan Kartu Keluarga mereka disita pihak Desa Mekarjati karena sudah tidak diakui sebagai warga Kabupaten Indramayu. Keduanya juga diusir dari rumah kontrakan mereka di Mekarjati hingga kini menetap di Subang. (Mlk) 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.