Kerusuhan Tanjungbalai, Polisi Kantongi Provokator Sosmed

"Ya akunnya lagi kita selidiki, orangnya kan di belakang akun itu. Dia yang melakukan broadcast dan memprovokasi itu"

Senin, 01 Agus 2016 18:26 WIB

Tim Labfor Polri berada di kawasan Vihara Tri Ratna pasca kerusuhan yang terjadi, di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Sabtu (30/7). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) masih mencari pemilik akun yang diduga melakukan provokasi hingga terjadi kerusuhan yang berujung pembakaran wihara dan klenteng di Tanjungbalai, Sumatera Utara. Juru Bicara Polri, Boy Rafli Amar, mengaku sudah mengantongi akun-akun media sosial yang diduga sebagai provokator.

"Ya akunnya lagi kita selidiki, orangnya kan di belakang akun itu. Dia yang melakukan broadcast dan memprovokasi itu orangnya sedang kita cari," kata Boy di Mabes Polri, Senin (16/08/01).

Menurut Boy, pelaku provokasi melalui media sosial bisa saja tidak berada di lokasi kerusuhan. Setiap orang bisa melakukan hal tersebut dari mana saja. Ia menegaskan, polisi akan menulusuri setiap kemungkinan yang ada.

"Karena kan begini, orang Jakarta saja bisa provokasi. Dari jarak jauh, hitungan per detik saja setiap orang bisa memprovokasi," kata Boy.

Pelaku tidak hanya melakukan provokasi melalui media sosial tapi juga melalui pesan berantai. Oleh karena itu, Boy mengatakan, Divisi Cyber Crime Polri bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memperoleh data komunikasi yang berjalan selama kerusuhan terjadi.

Hingga saat ini, Kepolisian telah menetapkan 12 tersangka dalam insiden kerusuhan di Tanjung Balai. Empat tersangka diduga melakukan tindak pidana pengrusakan. Sedangkan delapan tersangka lainnya diduga melakukan penjarahan saat kerusuhan berlangsung.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.