Karhutla, TNI AU Siapkan Pesawat Pemadam

"Ada satu pesawat CN295 yang sudah dimodifikasi, digunakan Teknik Modifikasi Cuaca, kemudian 1 Hercules sudah dimodifikasi untuk modifikasi cuaca."

Jumat, 26 Agus 2016 16:04 WIB

Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui udara (water bombing) di Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (11/8). (Foto: A

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta-
TNI Angkatan Udara  menyiapkan tiga pesawat untuk mendukung pemadaman kebakaran lahan dan hutan di Riau dan Kalimantan. Kata Juru bicara TNI Angkatan Udara Jemi Tri Sonjaya, ada tiga pesawat jenis Hercules, Cassa dan CN yang sudah diubah untuk program modifikasi cuaca.

Kata dia, sejak Mei, ada satu pesawat yang siap digunakan untuk membantu modifikasi cuaca di Sumatera dan Kalimantan.

"Ada satu pesawat CN295 yang sudah dimodifikasi, digunakan Teknik Modifikasi Cuaca, kemudian 1 Hercules sudah dimodifikasi untuk modifikasi cuaca. Bukan hanya kita saja, TNI Angkatan Laut dan Angkatan Darat juga ada pesawat Cassa untuk modifikasi cuaca.  Kalau misalkan untuk modifikasi cuaca ada tiga pesawat, CN, Hercules dan satu lagi Cassa," jelas juru bicara TNI AU Jemi Tri Sonjaya kepada KBR, Jumat (26/8/2016)

Juru bicara TNI AU Jemi Tri Sonjaya menambahkan, untuk proses peminjaman pesawat  biasanya Badan Pengkajian dan Penelitian Teknologi (BPPT) atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengajukan permintaan resmi ke Mabes TNI. Kata dia, berdasarkan urgensinya,peminjaman pesawat TNI bisa cepat dan tidak memakan waktu lama.

"Kalau misalkan ada peminjaman lagi, BPPT sendiri sudah mengerahkan pesawat Heli jenis MI. Prosedurnya sesuai birokrasi ke Mabes TNI. Waktu itu bisa secepatnya, birokrasi bisa pararel dengan waktu, tidak ada masalah untuk kebutuhan yang mendesak. Bisa satu jam, setengah jam. Kalau ada komunikasi itu tidak masalah," katanya.
 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.