Ilustrasi: Karhutla di Desa Buruk Bakul, Bengkalis, Riau, Jumat (13/2/15). (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Sejumlah pusat layanan kesehatan di Kabupaten Bengkalis Riau mulai kebanjiran pasien yang terdampak kabut asap. Salah seorang dokter di Puskesmas Jl Duri Dumai Kilometer 16 Bengkalis, Lihayati mengatakan peningkatan pasien terdampak kabut asap sudah terjadi dalam sepekan terakhir.

Kata dia, kebanyakan warga mengeluh batuk-batuk dan sesak nafas.

"Pasien meningkat, karena batuk. Peningkatannya kalau di Puskesmas, berapa ya, banyak terus. Pagi ini udah banyak yang berobat. Kabut asap pekat sekali, tadi pagi memang ada hujan sedikit. Tapi tetap saja begitu," kata Lihayati kepada KBR, Senin (29/08).

Salah seorang dokter di Puskesmas Jl Duri Dumai Kilometer 16 Bengkalis, Lihayati mengatakan kebanyakan warga membeli sendiri masker   dan belum ada bantuan dari pemerintah daerah. Banyak warga juga yang terpaksa berdiam di rumah dan mengunci rumah untuk mencegah kabut asap masuk ke dalam rumah.

Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah klinik kesehatan lain, di Bengkalis. Kepada KBR, Dr Agusta Meisal yang membuka praktik di Jl Antara Kabupaten Bengkalis juga menyebutkan banyaknya warga yang mengalami gangguan kesehatan karena asap.  


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!