Ilustrasi: Karhutla di Dumai, Riau pada Senin, 9 Agustus 2016. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat menyebut mayoritas titik panas berada di kabupaten Sanggau. Kepala BPBD Kalbar, Nyarong, mengatakan  164 titik panas itu dengan level confidence di bawah 80%.


“Sampai jam empat sore, itu jumlahnya 164 hot spot. Kemudian aja juga di kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Landak,”  ujar Nyarong kepada KBR, Kamis (18/8). 

Nyarong menjelaskan bahwa untuk saat ini, sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan mineral yang tidak terlalu berbahaya.

“Sekarang yang terbakar ini lahan mineral, orang sedang berladang. Orang berladang, lahannya dibakar, terjadi hot spot tinggi tetapi tidak menyebabkan visibility buruk, tidak menyebabkan ISPU tidak normal,” klaim Nyarong.


“Saya tidak mengatakan bahwa masyarakat petani atau masyarakat berladang menjadi sumber asap yang membuat dunia penerbangan terganggu. Tapi kenyataannya hot spot yang ada di perhuluan Kalbar, yang tanah mineralnya dibakar tidak membuat visibility terganggu,” tegasnya kembali.


Kata Nyarong, sejak pencanangan Desa Siaga Api pada 3 Maret 2016 lalu,  sejumlah perusahaan memberi contoh baik kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan gambut.

“Kami apresiasi juga dengan dunia usaha yang bergerak di dunia perkebunan Kalbar, karena ada empat sampai lima perusahaan memberi contoh bahwa lahan gambut tidak boleh dibakar. Lahan gambut kalau dibakar, itu ancamannya izin dicabut.”

Karhutla di Riau

BPBD Provinsi Riau menyebutkan ada penurunan signifikan titik panas hari ini. Dari Rabu kemarin tercatat 22 hotspot, kini per tanggal 18 Agustus 2016, pukul 16.00 WITA hanya tinggal satu titik panas lagi.


“Terakhir tinggal satu hari ini yang diurus BMKG, di Rohil (Rokan Hilir) yang confidence di atas 70%,” sebut Edwar Sanger Kepala BPBD Riau.


Edwar menjelaskan b BPBD Riau telah memadamkan karhutla  di sejumlah titik dari pagi, hingga membuat hotspot yang tersisi tinggal satu.

“Hari ini kami Satgas sudah melakukan pemadaman di Rohil, Dumai, dan Pelalawan. Tadi pagi kan ada 22 titik hotspot. Saya kirim heli water bombing ke Dumai dan Rohil.

Edwar mengatakan Riau diguyur hujan sejak sore hari, dan diharapkan dapat membantu pemadaman titik api.

“Tadi siang sama sore sudah melakukan teknologi modifikasi cuaca, mudah-mudahan ini hasilnya,” harap Edwar.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!