Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau sejak pagi tadi. Foto: Green Radio Pekanbaru/KBR

KBR, Pekanbaru – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, hari ini (29/8/2016). Kepekatan kabut asap sempat berdampak pada minimnya jarak pandang di Bandara Sutan Syarif Kasim II Pekanbaru sejak pagi tadi. Di mana jarak pandang hanya sekitar 800 meter.

Kepala Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Sugarin, mengatakan parahnya kabut asap di Pekanbaru merupakan dampak dari kebakaran lahan di Desa Rimbo dan Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar.

“Untuk itu, karhutla di Rimbo Panjang dan Tapung yang harus segera di tangani, agar penerbangan tidak terganggu. Kalau saat ini (penerbangan-red) sudah aman, jarak pandang sudah tembus enam kilometer,” jelas Sugarin saat dikonfirmasi pagi tadi di Pekanbaru, Senin (29/8/2016).

Sementara untuk jumlah titik panas atau hotspot, berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan 70 persen, terpantau sebanyak 104 titik dengan konsentrasi titik panas terbanyak di kabupaten Rokan Hilir, yakni 78 titik panas.

“Sedangkan sisanya tersebar antara lain di kabupaten Siak, Rokan Hulu, Indragiri Hulu dan Kampar. Namun jumlah ini menurun dari akhir pekan kemarin,” tambah Sugarin.

Sementara itu pagi tadi, pantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di beberapa titik Kota Pekanbaru, sempat menunjukkan tabel merah atau level sangat tidak sehat. Namun, level ISPU berangsur turun ke tabel kuning atau menunjukkan level sedang pada pukul 09.30 WIB. 

 

Kabut Asap Pekat, Hingga Masuk Ke Dalam Rumah

Tebalnya kabut asap pada hari Senin (29/8/2016), sekitar pukul 05.00 WIB hingga 06.30 WIB sempat membuat warga Kota Pekanbaru cemas. Pasalnya, kabut asap tipis mulai memasuki rumah-rumah warga.

Seperti diungkapkan Syefri, yang mengaku semakin khawatir kondisi kabut asap saat ini akan semakin tebal, bahkan mengulangi kejadian bencana kabut asap tahun 2015.

“Sempat subuh tadi asap masuk  ke dalam rumah. Padahal sebelumnya tidak pernah seperti ini. Baunya juga sangat kuat kalau pagi,” jelasnya.

Sementara itu, parahnya kondisi kabut asap tidak hanya dirasakan warga Kota Pekanbaru. Dedi Novriandi, warga Kota Duri juga mengungkapkan hal yang sama. Bahkan, di daerah ini kabut asap sudah sangat mengganggu aktivitas warga sejak tiga hari terakhir.

“Dirumah saja parah, apalagi di luar,” jelasnya.
 
Kondisi kabut asap yang semakin parah juga menyebabkan ratusan warga di beberapa kabupaten di propinsi Riau telah diungsikan. Paling tidak, berdasarkan rilis yang dikeluarkan Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Riau, Guntur Aryo Tejo, akhir pekan lalu sebanyak 300 keluarga di Kabupaten Rokan Hulu dan Rokan Hilir terpaksa diungsikan akibat kabut asap. Jumlah ini bertambah, setelah puluhan warga di kecamatan Bangko, Rokan Hilir kembali diungsikan.




Editor: Quinawaty 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!