Ini Alasan Jokowi Izinkan Gloria Ikut Penurunan Sang Saka di Istana

"Melihat nasionalisme Gloria, keinginannya, kecintaannya, dan juga kalau lihat bagaimana akhirnya dia kemudian dia tetap berharap"

Rabu, 17 Agus 2016 14:03 WIB

Gloria Natapradja Hamel bersama Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta istri. (Foto: Kemenpora)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengizinkan Gloria Natapradja menjadi paskibraka lantaran melihat nasionalisme di dalam diri remaja 16 tahun tersebut. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, keputusan ini juga telah didiskusikan dengan panglima TNI, Menteri Hukum dan HAM dan Menteri Pemuda dan Olah raga.

Kata Pram, persoalan Gloria menjadi perhatian baik Presiden maupun Wakil Presiden.  

"Melihat nasionalisme Gloria, keinginannya, kecintaannya, dan juga kalau lihat bagaimana akhirnya dia kemudian dia tetap berharap, menurut saya karena ini masih anak yang tumbuh dan negara harus memberi ruang untuk itu. Dan Presiden dan Wapres sangat concern terhadap hal tersebut, maka panglima TNI, Menpora, diminta untuk ada jalan keluar terhadap hal tersebut, kemudian menkumham juga melihat, ternyata bisa," ujar Pramono di kompleks Istana, Rabu (17/8/2016).

Pramono menambahkan, hari ini seusai upacara detik-detik proklamasi Gloria bertemu dengan Presiden dan Wakil Presiden.

Pram menyebut pemerintah melakukan pendekatan lunak   menyikapi persoalan ini. Namun, Pram menegaskan pemerintah tetap tidak menerima kewarganegaraan ganda.

 "Kita tidak mengenal dwi kewarganegaraan, dalam persoalan Gloria, pemerintah dalam hal ini mengambil jalan yang soft hari ini Gloria diterima presiden, wapres," ujarnya.

Pramono menyalahkan orang tua Gloria yang lalai dalam mengurus kewarganegaraan Gloria

"Harusnya ortunya pada  waktu tahun 2010 itu mengaplikasikan hal tersebut tapi tidak dilakukan, tetapi ini kan bukan kesalahan Gloria," tuturnya.

Menurut Pram, kasus yang mirip dengan Gloria banyak terjadi. Kata dia, perlu dicarikan solusi matang dan menyeluruh

"Ini hal yang dipikirkan secara matang, tidak bisa dijawab hanya sambil lalu, karena persoalan ini kan banyak sekali, sehingga kalau memang harus ada solusi, ya solusinya menyeluruh," lanjutnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Aksi Demonstrasi Tolak Perppu Ormas

  • Banggar DPR Sebut Anggaran Densus Antikorupsi Sulit Masuk APBN 2018
  • Erupsi, Gunung Sinabung Lontarkan Abu Vulkanik dan Luncurkan Awan Panas
  • Duterte Minta Filipina Bersiap Hadapi Teror Pasca Marawi
  • Pendukung Celtic Terpilih Jadi Suporter Terbaik