Koordinator Kontras, Haris Azhar. Foto: ANTARA



KBR, Jakarta - Koordinator Kontras, Haris Azhar menyebut Kepolisian belum sekalipun menghubungi dirinya semenjak tersebarnya tulisan mengenai pengakuan terpidana mati, Freddy Budiman di jejaring sosial. Dalam tulisan itu, Freddy menyatakan, pejabat BNN, Kepolisian dan TNI terlibat dalam mendatangkan narkoba ke Indonesia. 

(Ada komunikasi dari Polisi atau BNN sejak postingan itu? Belum, belum, belumlah," kata Haris ketika dihubungi KBR lewat sambungan telepon, Rabu (3/8/2016).

Haris pun belum mau berkomentar banyak mengenai laporan Polisi, BNN, dan TNI, padanya terkait tulisan tersebut yang dinilai mencemarkan nama baik ketiga lembaga tersebut. Ia mengetahui laporan itu dari tayangan di televisi, kemarin.

"Benar. Dari Boy Rafli saja semalam di televisi," katanya.

Baca juga:

Beking Narkoba, Kontras Sudah Sampaikan Informasi Freddy ke Istana
Bekingi Narkoba, Mabes Polri Ancam Copot Aparat

Sebelumnya, Kapolri Tito Karnavian mengatakan sudah memerintahkan Juru bicara Polri Boy Rafli Amar untuk menghubungi Haris untuk mengkonfirmasi kebenaran tulisannya di jejaring sosial.

Saat ditemui di Mabes Polri Jumat (29/7/2016), Boy mengatakan, sudah berkomunikasi dengan Haris. Namun hari itu, kata Boy, Haris sedang berada di luar kota sehingga pertemuan ditunda pekan ini.

Freddy Budiman, adalah gembong narkoba yang dieksekusi mati pada Jumat (29/7/2016) dini hari lalu, di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan.  Sebelum eksekusi dilakukan, beredar informasi yang diduga merupakan pengakuan Freddy Budiman kepada Harris Azhar. Di situ disebutkan bisnis yang dijalankan Freddy dilindungi oleh sejumlah anggota TNI, Polri, hingga BNN. Freddy mengaku telah memberikan uang sejumlah Rp90 miliar kepada salah satu pejabat di Kepolisian.

Sementara itu, Kapolri Tito Karnavian mengatakan, dia sudah membaca informasi yang tersebar di jejaring sosial tersebut. Namun menurutnya, informasi itu belum bisa dijadikan alat bukti karena penyebar informasi tidak melihat ataupun mendengar langsung saat Freddy memberikan uang ke orang yang dimaksud. Dia mengatakan, kalau ada data lengkap terkait identitas anggota yang menerima uang dari Freddy, Kepolisian akan menyelidiki hal tersebut.

"Kalau memang ada, data lengkap, kita akan follow up. Tapi kalau datanya hanya seperti yang di media saja, yang di viral saja, ya ini bisa diterjemahkan bisa saja terjadi, kita akan dalami. Tapi bisa juga itu alasan yang bersangkutan untuk menunda eksekusi. Supaya ramai, tunda eksekusi," tegas Tito.




Editor: Quinawaty

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!