Densus Tangkap Terduga Teroris di Bogor

"Petugas menangkap MK di jalan Mercedes Benz dekat Polsek Gunung Putri di Bogor,"

Rabu, 17 Agus 2016 17:39 WIB

Bom bunuh diri di Mapolresta Solo. (Foto: Mabes)

KBR, Jakarta- Densus 88 Antiteror   menangkap terduga teroris berinisial MK terkait pelaku bom bunuh diri di Mapolersta Surakarta, Nur Rohman. Juru bicara Polri, Boy Rafli Amar mengatakan, MK berperan mengatur pertemuan Nur Rohman dengan tersangka teroris Ibrahim alias Dwiatmoko.

"Petugas menangkap MK di jalan Mercedes Benz dekat Polsek Gunung Putri di Bogor," kata Boy melalui keterangan tertulis, Rabu (17/08/16).

Ibrahim merupakan terduga teroris yang ditangkap Densus 88 beberapa hari lalu di Lampung. Boy menjelaskan, dalam jaringan ini MK mengirimkan sejumlah uang kepada Ibrahim. Uang tersebut digunakan untuk membeli bahan material bom dan biaya perjalanan pengiriman bom.

"Bom itu dibawa oleh Ibrohim kepada Nur Rohman," ujarnya.

Boy mengatakan, MK merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah yang berafiliasi dengan ISIS. Kelompok ini dipimpin oleh Aman Abdurrahman yang kini dipenjara di lapas Nusakambangan.

Sebelumnya, Densus 88 telah menangkap tiga orang yang juga diduga terkait bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta. Mereka yakni berinisial AS, W dan CBS.

AS merupakan kakak kandung Nur Rohman yang diduga membantu mempersiapkan aksi bom bunuh diri tersebut. Sedangkan W dan CBS diduga membantu menyembunyikan Nur sebelum melakukan bom bunuh diri.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.