Bekas Kalapas Nusakambangan Diperiksa Besok, Kontras Sarankan Bentuk Tim Independen

Menurut Haris, tanpa tim tersebut, maka pemeriksaan BNN, TNI dan polisi hanya akan menjadi evaluasi internal.

Minggu, 07 Agus 2016 20:20 WIB

Koordinator Kontras Haris Azhar. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Koordinator KontraS Haris Azhar meminta ada tim independen yang terintegrasi untuk menindaklanjuti pengakuan almarhum gembong narkoba Freddy Budiman. Ini terkait rencana pemeriksaan Badan Narkotika Nasional (BNN) kepada bekas Kepala Lapas Nusakambangan, Liberty Sitinjak, besok.

Menurutnya, tanpa tim tersebut, maka pemeriksaan BNN, TNI dan polisi hanya akan menjadi evaluasi internal.    

"Kalau hanya BNN, dia nggak mungkin memeriksa (nama-nama) yang (dari) Polisi. Dia (BNN) nggak mungkin memeriksa (nama-nama) yang (dari) TNI. Begitu juga sebaliknya semua. Jad, dia (tiap institusi) hanya bersifat ke dalam, pembenahan internal ke dalam. Dia (institusi-institusi tersebut) tidak bisa membongkar soal 'guritanya'. Besaran mafia itu bagaimana, dia nggak bisa menggambarkan nanti. Lebih baik, ada tim yang terintegerasi dan (langsung berada) di bawah (komando) presiden, jadi kuat. Jadi ini menguji juga komitmen presiden. Katanya mau meberantas narkoba?," ujar Haris (7/8/2016).

"Baiknya ada tim gabungan. Jadi, dia (anggota tim) bisa loncat ke sana ke mari."

Baca: Ini Agenda Pemeriksaan Bekas Kalapas Nusakambangan Esok

Menurutnya, tim independen nantinya dapat menindaklanjuti informasi-informasi dari Liberty Sitinjak terkait Freddy Budiman.

"Mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti informasinya (Fredy Budiman). Kasihan kan, orang sudah datang jauh-jauh, (dan) menjadi saksi dari berbagai hal. Banyak info yang bisa ditindaklanjuti dari Pak Sitinjak," tutup Haris.

Sebelumnya, Haris Azhar menuliskan kesaksian Freddy Budiman terkait adanya keterlibatan pejabat Badan Narkotika Nasional, Polri, dan Bea Cukai dalam peredaran narkoba yang dilakukannya. Dalam kesaksiannya disebutkan, bisnis yang dijalankan Freddy dilindungi oleh sejumlah anggota TNI, Polri, hingga BNN. Bahkan Freddy mengaku telah memberikan uang sejumlah Rp90 miliar kepada salah satu pejabat di Kepolisian. Freddy sendiri sudah dieksekusi mati pemerintah akhir bulan lalu.

Baca juga: [Beking Narkoba] PSHK: Polisi Kriminalkan Haris Azhar


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Ombudsman Sebut Ada Indikasi Maladministrasi Dalam Kecelakaan Kerja Konstruksi

  • KPU Tegaskan Akan Berikan Sanksi Bagi Parpol yang Pakai Gambar Presiden
  • Petani Garam Jatim Akan Layangkan Surat Protes ke Jokowi

Di Indonesia jumlah penduduknya adalah 250 juta penduduk dengan investor atau investasi di pasar modal adalah 1 juta orang saja yang berinvestasi.