Bahas 177 WNI Calhaj, Kemenlu Bertemu Otoritas Filipina Hari Ini

Pemerintah tetap mendesak Filipina untuk segera memulangkan mereka.

Rabu, 31 Agus 2016 12:49 WIB

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto: setkab

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta - Kementerian Luar Negeri bakal bertemu dengan otoritas Filipina hari ini untuk membahas nasib 177 calon haji WNI. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku belum bisa memastikan apakah pertemuan akan membahas tentang kepulangan WNI. Kata dia, kendati masih dalam posisi menunggu, tetapi pemerintah tetap mendesak Filipina untuk segera memulangkan mereka. 

"Tadi pagi saya komunikasi dengan KBRI Manila, diperoleh info bahwa pada pukul 2 hari ini waktu Manila akan dilakukan pertemuan antara tim kita dengan departemen of justice Manilla. Jadi saat ini masih tunggu isu yang akan dibahas. Apakah kemudian sudah akan diberikan approval untuk 177 WNI untuk segera dipulangkan ke Indonesia. Kita masih dalam posisi menunggu,” kata Retno di DPR, Rabu (31/8/2016).

Retno menambahkan, 177 WNI saat ini masih berada di KBRI Manila.  Kata dia, kendati masih dalam posisi menunggu, tetapi pemerintah tetap mendesak Filipina untuk segera memulangkan mereka. 

“Tapi message kita jelas pada otoritas Filipina, segera setelah pendalaman informasi dilakukan, terdapat urgensi atau permintaan kuat agar 177 WNI ini dapat segera di pulangkan ke Indonesia."

Sebelumnya, 177 calon haji ilegal dari Indonesia ditangkap Imigrasi Filipina. Mereka diduga memanfaatkan sisa kuota haji yang diterima Filipina dari pemerintah Arab Saudi. Jemaah calon haji yang mayoritas dari Sulawesi itu ditahan di Pusat Tahanan Biro Imigrasi, Manila.

Ratusan orang itu ditangkap bersama lima warga Filipina yang membawa mereka ke maskapai Philipine Airlines, pekan lalu. Para jemaah itu membayar dari 6.000 hingga 10.000 dollar Amerika kepada agen travel haji yang membawanya.

Polisi telah mengungkap tujuh agen travel haji yang diduga terlibat memberangkatkan 177 WNI calon haji. Tujuh agen itu adalah Travel Shafwa Makassar, Travel Hade El Barde, KBIH Arafah, PT Taskiah, PT Aulad Amin, PT Aulad Amin Tours Makassar, dan KBIH Arafah Pandaan.

Editor: Malika

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.