Aksi solidaritas Wartawan Rembang menolak kekerasan terhadap pekerja pers, Jumat (26/08). (Foto: KBR/Musyafa)

KBR, Rembang- Wartawan di Rembang, Jawa Tengah melaporkan kejadian penghalangan dan perampasan telefon selular milik wartawan kepada Polres Rembang, hari Jum’at (19/08).

 
Peristiwa itu terjadi di kawasan rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang, saat wartawan akan meliput kecelakaan kerja, dengan korban luka bakar 4 orang pekerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke – Rembang, Kamis sore.

Massa yang sebagian diduga pekerja PLTU memadati rumah sakit dan melarang wartawan meliput. HP salah satu wartawan dirampas, kemudian file foto di dalamnya dihapus. Wartawan juga diancam akan dihabisi.
 
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab. Rembang, Djamal A. Garhan a berharap kasus itu diproses secara hukum.

“Yang pertama menghalang–halangi, yang kedua mereka merampas dan menghapus file itu merupakan tindakan pelanggaran KUHP dan UU Pers juga. Tadi sudah melapor kepada Kapolres dan kami menuntut supaya kasus ini diproses secara hukum. Persoalannya, bukan individu lagi, tapi sudah menyangkut organisasi,“ jelas Djamal, Jumat (26/08).

 
Kapolres Rembang, Sugiarto berjanji akan segera menindaklanjuti, dengan memanggil kedua belah pihak. Sedangkan kecelakaan kerja di PLTU, masih dalam tahap penyelidikan.

“Kita sudah melakukan olah TKP di PLTU, kami juga akan melakukan pemeriksaan saksi yang terkait dengan kejadian tersebut. Sementara itu, untuk perkembangan akan kita sampaikan kepada temen–teman semua,“ janji Kapolres.


Usai melapor di kepolisian, wartawan Rembang menggelar aksi solidaritas di taman kota depan Kantor Bupati Rembang. Mereka menyerukan stop kekerasan terhadap pekerja pers.

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!