[Beking Narkoba] Tim Gabungan Periksa Penyidik Bareskrim dan Polda Metro

"Tim memeriksa mereka yang pernah berinteraksi dan berhubungan dengan Freddy Budiman ketika pernah ditangani oleh pihak Bareskrim dan Polda Metro Jaya,"

Senin, 22 Agus 2016 16:59 WIB

Terpidana mati gembong narkoba Freddy Budiman. (Foto: KBR/ M. Ridlo)

KBR, Jakarta- Tim Pencari Fakta Gabungan bentukan Polri memeriksa penyidik Direktorat Narkoba Bareskrim dan Polda Metro Jaya terkait testimoni gembong narkoba Freddy Budiman. Juru bicara Polri, Boy Rafli Amar mengatakan, ini adalah pemeriksaan lanjutan karena sebelumnya beberapa penyidik sudah diperiksa Tim Pencari Fakta Gabungan.

"Tim memeriksa mereka yang pernah berinteraksi dan berhubungan dengan Freddy Budiman ketika pernah ditangani oleh pihak Bareskrim dan Polda Metro Jaya," kata Boy di Mabes Polri, Senin (22/08/16).

Selain memeriksa penyidik, Boy menjelaskan, Tim Pencari Fakta Gabungan juga mencari data dan informasi dari penasehat hukum  Freddy Budiman di kawasan Karawaci. Penasehat hukum tersebut yang membantu Freddy dalam penyusunan Pledoi yang diajukan pada 2013 lalu.

"Ini adalah agenda yang akan dilakukan tim hari ini, termasuk melakukan pengkajian lebih jauh terhadap hasil informasi yang diperoleh dari PPATK," ujar Boy.

Sebelumnya, Tim Pencari Fakta Gabungan telah meminta data dan keterangan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait aliran dana Freddy Budiman. Kemudian tim juga telah merekonstruksi dan memeriksa saksi-saksi terkait pertemuan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras), Haris Azhar, dengan gembong narkoba Freddy Budiman di Nusakambangan.

Tim Pencari Fakta Gabungan bentukan Polri akan mengumumkan hasil penyelidikan setelah satu bulan. Fokus penyelidikan tim ini untuk mencari fakta terkait dugaan adanya pejabat Polri yang menerima aliran dana dari Freddy Budiman untuk melancarkan bisnis narkoba.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Panggil Kabulog, Ini Pesan Jokowi

  • DPR RI Segera Bahas Perppu Ormas
  • BNPT Rekrut Anak Muda Tangkal Terorisme di Internet
  • Stoke City Targetkan Wimmer

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta