Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman. (Foto: KBR/M. Ridlo)



KBR, Jakarta- Tim Pencari Fakta Gabungan bentukan Polri sudah berkomunikasi dengan pengacara Freddy Budiman yang membantunya dalam persidangan dan menyusun nota pembelaan atau pleidoi. Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri, Dwi Priyatno, memastikan dalam waktu dekat para pengacara Freddy akan dimintai keterangannya soal isi pleidoi itu.

"Sudah ada komunikasi. Dalam waktu dekat dia akan ketemu sama kita atau kita ketemu yang bersangkutan untuk memberikan penjelasan. Jadi kita berharap dapat keterangan pengacara. Kemudian tanggal 29 Agustus kita periksa Sitinjak, kita akan ke NTT. Setelah itu kita mengerucut untuk menganalisis fakta-fakta yang ada," kata Dwi di kantor Kompolnas, Kamis (25/08/16).

Tim gabungan sebelumnya mengaku kesulitan mencari tiga pengacara Freddy Budiman, yakni Aluisius Sulistiyo, Baron Hanni, dan Adhi H Wibowo. Tim sudah mendatangi kantor mereka di Karawaci, Tangerang, tapi ternyata sudah dihuni orang lain.

"Tim sudah berkomunikasi soal permintaan keterangan untuk pelengkap investigasi. Kami sudah pelajari pledoinya juga. Kan tidak ada kaitannya, semuanya normatif saja," kata Dwi.

Tim Gabungan sudah mempunyai salinan pleidoi Freddy Budiman dari Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun bukti tertulis saja tidak cukup. Dwi mengatakan, tim memerlukan keterangan penguat dari pengacara Freddy.

Pihak kepolisian mengaku sudah menganalisis pleidoi milik Freddy yang setebal 20 halaman. Namun tak ada pembahasan soal keterlibatan oknum Polri, TNI dan BNN dalam pleidoi tersebut.

Sebelumnya, tim gabungan telah memintai keterangan sejumlah penyidik Bareskrim dan Polda Metro Jaya yang pernah menangani kasus Freddy. Tim juga telah meminta keterangan adik Freddy bernama Johny Suhendar di penjara Salemba.

Selain itu, tim juga telah meminta keterangan para tahanan di Nusakambangan sebagai saksi adanya percakapan Freddy dengan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!