[Beking Narkoba] Seratusan Advokat Peradi Dukung Haris Azhar

"Ini tidak hanya soal pembelaan saja. Bisa juga melalui momentum ini kami melakukan diskusi tentang international organized crime"

Senin, 08 Agus 2016 14:25 WIB

Koordinator Kontras Haris Azhar. (Sumber: Twitter)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Perhimpunan Advokat Indonesia mengklaim telah menerima seratusan lebih dukungan untuk mengawal kasus Haris Azhar. Ini menyusul pelaporan Haris ke penyidik kepolisian Indonesia oleh BNN, TNI dan Polri.

Ketua Umum Peradi, Luhut Pangaribuan menjelaskan, selain menyatakan dukungan dan siap membela kasusnya Haris, advokat dari berbagai daerah itu juga akan mengumpulkan sejumlah informasi mengenai peredaran narkotika yang disinyalir melibatkan aparat penegak hukum.

"Ini tidak hanya soal pembelaan saja. Bisa juga melalui momentum ini kami melakukan diskusi tentang international organized crime, salah satunya penyalahgunaan dan peredaran narkotika, dan obat-obatan terlarang. Nanti bisa saja digelar dalam forum untuk membahas soal ini. Kami juga akan libatkan peneliti yang pernah meneliti di bidang ini," kata Ketua Umum Peradi, Luhut Pangaribuan  kepada KBR, Senin (08/08).

Ia menambahkan, dukungan itu dimaksudkan untuk mencegah kejadian yang dialami Haris Azhar terjadi oleh orang lain. Sebab kata dia, seharusnya informasi yang diberikan oleh Haris bisa dijadikan masukan kepada aparat  penegak hukum. Bukan dengan memproses hukum orang yang melaporkannya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi