Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman. (Foto: KBR/M. Ridlo)

KBR, Jakarta- Tim Pencari Fakta Gabungan bentukan Polri kesulitan meminta keterangan tiga pengacara yang membantu Freddy menyusun nota pembelaan atau pleidoi pada 2013. Juru bicara Polri, Boy Rafli Amar mengatakan, ketiga pengacara itu bernama Aluisius Sulistiyo, Baron Hanni, dan Adhi H Wibowo.

"Kita mencari alamat lawyer yang membantu menyusun pleidoi pada 2013 dengan alamat Karawaci. Alamatnya ada tapi sudah sekitar tiga tahun tidak tinggal di situ lagi. Jadi kita sedang mencari lawyernya dari Karawaci pindah kemana," kata Boy di Mabes Polri, Selasa (23/08/16).

Boy menuturkan, tim gabungan juga sudah mencoba mendatangi alamat ketiganya. Namun, rumah yang alamatnya tercatat di tim sudah ditempati orang lain. Ia mengimbau, ketiga pengacara Freddy mau kooperatif dengan tim gabungan untuk dimintai keterangan.

"Kami perlu beberapa keterangan tambahan yang kami perlukan terkait isi pleidoi," ujarnya.

Tim Pencari Fakta Gabungan sudah mempunyai salinan pleidoi Freddy Budiman dari Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Namun menurut Boy, bukti tertulis saja tidak cukup. Tim memerlukan keterangan penguat dari pengacara Freddy.

Sebelumnya, dalam isi perbincangan yang beredar antara Freddy Budiman dan koordinantor Kontras Haris Azhar, disebutkan ada oknum Polri, TNI, dan Badan Nasional Narkotika (BNN) yang bermain dalam bisnis narkoba yang dijalankan Freddy. Hal itu dituangkan dalam pleidoinya.

Kepolisian menyatakan sudah menganalisis pleidoi milik Freddy yang setebal 20 halaman. Namun tak ada pembahasan soal keterlibatan petugas  Polri, TNI dan BNN dalam pleidoi tersebut.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!