Ilustrasi: Pemakaman terpidana mati Freddy Budiman. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kepolisian   Indonesia kesulitan menelusuri dugaan   aliran dana dari gembong narkoba Freddy Budiman ke petugas polisi. Juru bicara Polri, Boy Rafli Amar beralasan nama Freddy  tidak termasuk dalam daftar rekening mencurigakan yang diinformasikan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Dalam hal ini tetap ditindaklanjuti oleh penyidik Bareskrim polri. Karena data-data atau hasil LHA (laporan hasil analisis) ini masih perlu pendalaman lebih jauh lagi karena tidak secara spesifik mengatakan adanya kepemilikan rekening atas nama Freddy Budiman," kata Boy di Mabes Polri, Senin (22/08/16).

Menurut Boy, tak adanya nama Freddy dalam daftar   menyulitkan kerja tim Pencari Fakta Gabungan untuk membuktikan adanya aliran dana ke petugas polisi. Justru aliran dana mencurigakan itu terkait dengan jaringan Ponny Tjandra (terpidana 20 tahun penjara kasus narkoba).

"Apapun data itu kalau tidak ada relevansi dengan Freddy, ya sulit juga," ujar Boy.

Meski nama Freddy tidak tercantum, menurut Boy, aliran dana tersebut dicurigai masih berkaitan dengannya. Oleh karena itu, Polri akan melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa pemilik uang tersebut dan apa hubungannya dengan jaringan narkoba.

"Kalau uang ini Freddy yang punya, didukung fakta dan saksi lainnya yang mengetahui proses transaksi, ini kan titik terang," jelas Boy.

Terkait temuan PPATK, Boy enggan membeberkan secara rinci laporan hasil analisis transaksi keuangan tersebut. Boy berdalih laporan PPATK sifatnya rahasia dan tertutup.


Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!