[Beking Narkoba] Polisi Kesulitan Telusuri Rekening Freddy

"Ini masih perlu pendalaman lebih jauh lagi karena tidak secara spesifik mengatakan adanya kepemilikan rekening atas nama Freddy Budiman,"

Senin, 22 Agus 2016 17:53 WIB

Ilustrasi: Pemakaman terpidana mati Freddy Budiman. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kepolisian   Indonesia kesulitan menelusuri dugaan   aliran dana dari gembong narkoba Freddy Budiman ke petugas polisi. Juru bicara Polri, Boy Rafli Amar beralasan nama Freddy  tidak termasuk dalam daftar rekening mencurigakan yang diinformasikan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Dalam hal ini tetap ditindaklanjuti oleh penyidik Bareskrim polri. Karena data-data atau hasil LHA (laporan hasil analisis) ini masih perlu pendalaman lebih jauh lagi karena tidak secara spesifik mengatakan adanya kepemilikan rekening atas nama Freddy Budiman," kata Boy di Mabes Polri, Senin (22/08/16).

Menurut Boy, tak adanya nama Freddy dalam daftar   menyulitkan kerja tim Pencari Fakta Gabungan untuk membuktikan adanya aliran dana ke petugas polisi. Justru aliran dana mencurigakan itu terkait dengan jaringan Ponny Tjandra (terpidana 20 tahun penjara kasus narkoba).

"Apapun data itu kalau tidak ada relevansi dengan Freddy, ya sulit juga," ujar Boy.

Meski nama Freddy tidak tercantum, menurut Boy, aliran dana tersebut dicurigai masih berkaitan dengannya. Oleh karena itu, Polri akan melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa pemilik uang tersebut dan apa hubungannya dengan jaringan narkoba.

"Kalau uang ini Freddy yang punya, didukung fakta dan saksi lainnya yang mengetahui proses transaksi, ini kan titik terang," jelas Boy.

Terkait temuan PPATK, Boy enggan membeberkan secara rinci laporan hasil analisis transaksi keuangan tersebut. Boy berdalih laporan PPATK sifatnya rahasia dan tertutup.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau