[Beking Narkoba] Koalisi Nilai Operasi Controlled Delivery Gagal

"Ada banyak hal yang tidak diungkapkan lebih lanjut, baik dalam persidangan tersebut ataupun dilakukan pada penyidikan atau persidangan lain,"

Jumat, 12 Agus 2016 16:06 WIB

Ilustrasi: Kuburan terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Koalisi Berantas Mafia Narkoba menyatakan operasi controlled delivery terhadap narkoba  Freddy Budiman pada 2012 sebetulnya gagal. Hal itu dinyatakan usai koalisi ini mengkaji berkas putusan Muhammad Mukhtar, anak buah Freddy Budiman.

Koordinator Kontras, Haris Azhar menyatakan operasi itu seharusnya dilakukan sampai  barang tiba di tujuan. Sehingga bisa diketahui siapa penerima, pemberi, dan jaringannya. Namun, petugas BNN malah mencegat dan menangkap Mukhtar di jalan tol Kamal

"Ada banyak hal yang tidak diungkapkan lebih lanjut, baik dalam persidangan tersebut ataupun dilakukan pada penyidikan atau persidangan lain," jelasnya dalam konferensi pers di kantor Kontras.

Haris menambahkan, narkoba Freddy Budiman yang dicegat dalam operasi itu juga tidak jelas nasibnya. Kata dia, bisa saja barang ilegal itu dijual oleh oknum lain. Hal itu sesuai dengan pengakuan Freddy Budiman bahwa barang dia tetap beredar meski telah disita.

Muhammad Mukhtar adalah kaki tangan terpidana mati Freddy Budiman yang  membawa 1,4 juta pil MDMA tahun 2012. Paket-paket itu dikeluarkan dari Pelabuhan Tanjung Priok di bawah pengawasan operasi controlled delivery. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Sumur Minyak Tradisional Terbakar, Puluhan Warga Aceh Timur Mengungsi

  • Polisi Masih Selidiki Kebakaran Sumur Minyak di Aceh
  • Pemerintah Hong Kong Janji Bantu Indonesia Ungkap Kasus Bank Century
  • Dortmund Pertimbangkan Gunakan Jasa Arsene Wenger

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.